Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di bursa saham domestik mengawali pekan ini dengan catatan penurunan yang menempatkannya di zona merah. Pada perdagangan yang berlangsung hari Senin tanggal 27 Juli, indeks acuan saham nasional tersebut ditutup melemah dan parkir pada level 6.185. Posisi penutupan pada sore hari itu menunjukkan adanya penyusutan sebesar 10,64 poin. Angka penurunan indeks ini setara dengan pelemahan minus 0,17 persen apabila dikomparasikan langsung dengan posisi penutupan pada hari perdagangan sebelumnya. Penurunan tipis yang dialami oleh indeks utama ini terjadi di tengah bergeliatnya transaksi harian yang dilakukan oleh para investor di pasar modal pada awal pekan.
Aktivitas jual beli saham oleh para investor sepanjang hari perdagangan Senin tersebut mencatatkan angka transaksi yang tergolong besar. Berdasarkan rincian data transaksi yang dihimpun dan dipublikasikan oleh RTI Infokom, total nilai transaksi di lantai bursa oleh para investor mencapai angka Rp12,15 triliun. Nilai transaksi yang menembus belasan triliun rupiah tersebut berasal dari pertukaran kepemilikan saham dalam jumlah yang masif. Tercatat, volume saham yang diperdagangkan oleh para pelaku pasar dari pembukaan hingga sesi perdagangan sore berakhir menyentuh angka 27,75 miliar lembar saham. Angka volume dan nilai transaksi ini merangkum keseluruhan dinamika pergerakan kepemilikan saham pada hari itu.
Tekanan turun yang dialami oleh Indeks Harga Saham Gabungan sangat sejalan dengan lebih banyaknya jumlah saham yang mengalami penurunan harga dibandingkan dengan yang naik. Pada saat bel penutupan perdagangan sore berbunyi, rincian pergerakan saham di bursa menunjukkan sebanyak 341 saham terkoreksi dan menekan laju indeks. Sementara itu, pada waktu yang bersamaan terdapat 307 saham yang masih mampu mencatatkan penguatan harga. Di luar saham yang naik dan turun tersebut, terdapat pula 147 saham lainnya yang berada pada posisi stagnan atau tidak mengalami perubahan harga sama sekali dari posisi sebelumnya.
Saham Summarecon Rontok Usai Bosnya Kena OTT KPK

Sebaran performa ratusan saham tersebut secara langsung memengaruhi kinerja sektoral di bursa saham pada awal pekan ini. Koreksi pada indeks acuan tergambar jelas dari pergerakan mayoritas sektor yang dominan berada di teritori negatif. Terpantau bahwa delapan dari total 11 sektor indeks secara kompak mengalami pelemahan. Sektor infrastruktur memimpin penurunan dan menjadi kelompok saham dengan persentase pelemahan terdalam, yakni minus 1,29 persen. Di sisi berseberangan, hanya tersisa tiga sektor yang berhasil bertahan di zona hijau. Penguatan pada tiga sektor yang tersisa tersebut dipimpin oleh sektor industri yang mencetak kenaikan sebesar 0,72 persen.
Pelemahan yang melanda bursa saham domestik pada hari Senin ini ternyata berbanding terbalik dengan situasi mayoritas bursa saham di kawasan Asia. Berdasarkan pantauan pergerakan pasar global, indeks-indeks utama di regional Asia mayoritas bergerak di zona hijau. Di bursa saham Jepang, indeks Nikkei 225 tercatat menguat sebesar 0,50 persen. Tren positif serupa juga terjadi di negara tetangga Singapura, di mana indeks Straits Times mengalami kenaikan plus 0,46 persen. Penguatan yang jauh lebih tinggi dibukukan oleh bursa saham di China melalui indeks Shanghai Composite yang naik 1,15 persen, disusul oleh indeks Hang Seng Composite di Hong Kong yang mencatatkan pertumbuhan 0,98 persen.
LRT Jakarta Buka Uji Coba Rute Kelapa Gading-Manggarai Gratis, Simak Prosedur Pendaftarannya

Kondisi bursa saham di benua Eropa dan Amerika juga menunjukkan dominasi tren penguatan, sangat senada dengan pergerakan mayoritas bursa di kawasan Asia. Di daratan Eropa, bursa saham terpantau kompak menghijau. Indeks DAX yang mewakili pasar modal di Jerman menguat sebesar 1,55 persen, sementara indeks FTSE 100 di Inggris mencatatkan angka plus 0,40 persen. Setali tiga uang dengan Eropa, bursa saham di Amerika Serikat juga dominan menguat. Indeks Dow Jones ditutup menguat 0,46 persen dan indeks S&P 500 naik 0,05 persen. Dari seluruh bursa utama yang dipantau, hanya indeks NASDAQ Composite di Amerika Serikat yang mencatatkan pelemahan dengan angka minus 0,64 persen.






