Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan kinerja yang positif pada sesi perdagangan pertengahan pekan ini. Pada perdagangan sore hari Rabu (12/8), IHSG secara resmi ditutup pada level 6.373. Pencapaian ini menunjukkan performa yang cukup kuat dibandingkan dengan sesi perdagangan sebelumnya. Jika dihitung secara terperinci, IHSG mengalami penguatan sebesar 105,96 poin atau mengalami kenaikan sebesar 1,69 persen dari hari perdagangan sebelumnya. Penguatan indeks ini mencerminkan dinamika yang aktif di pasar modal domestik sepanjang hari tersebut.
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada hari tersebut berjalan dengan sangat ramai dan mencatatkan volume yang cukup besar. Berdasarkan data yang dihimpun oleh RTI Infokom, nilai transaksi para investor secara keseluruhan mencapai angka Rp17,37 triliun. Nilai transaksi yang cukup besar ini didukung oleh tingginya volume perdagangan yang tercatat mencapai 34,41 miliar lembar saham yang berpindah tangan selama sesi perdagangan berlangsung. Kondisi pasar yang bergairah ini memberikan gambaran mengenai antusiasme para pelaku pasar dalam melakukan transaksi saham di dalam negeri.
Jika ditinjau dari pergerakan masing-masing emiten pada penutupan perdagangan sore itu, mayoritas saham bergerak di zona hijau. Tercatat sebanyak 452 saham mengalami penguatan harga yang turut mendorong kenaikan indeks secara keseluruhan. Di sisi lain, terdapat 175 saham yang mengalami penurunan atau melemah pada akhir perdagangan tersebut. Sementara itu, sebanyak 168 saham terpantau tidak mengalami perubahan harga atau ditutup stagnan. Perbandingan jumlah saham yang menguat secara signifikan mendominasi jalannya perdagangan pada hari Rabu tersebut.
Masjid Istiqlal Masuk Pasar Modal Indonesia Lewat Program Wakaf Saham

Pergerakan positif IHSG ini juga tercermin dari kondisi sektoral di bursa saham domestik. Dari total 11 sektor indeks yang ada di bursa, sebanyak 10 sektor indeks berhasil mengalami penguatan dan menopang laju IHSG. Penguatan terbesar dicatatkan oleh sektor infrastruktur yang memimpin kenaikan dengan lonjakan mencapai 4,6 persen. Kenaikan sektor infrastruktur ini menjadi motor penggerak utama indeks pada perdagangan hari itu. Sebaliknya, hanya ada satu sektor yang tidak mampu bertahan di zona hijau. Sektor transportasi menjadi satu-satunya sektor yang melemah dengan mencatatkan penurunan sebesar 0,23 persen pada akhir sesi perdagangan.
Di tingkat regional Asia, pergerakan bursa saham menunjukkan hasil yang bervariasi pada hari Rabu tersebut. Beberapa bursa utama di Asia terpantau mengalami penguatan, seperti indeks Nikkei 225 di Jepang yang berhasil menguat sebesar 0,83 persen. Selain itu, indeks Shanghai Composite di China juga ikut mencatatkan kenaikan meskipun lebih tipis, yaitu sebesar 0,32 persen. Namun, penguatan ini tidak diikuti oleh bursa Asia lainnya. Indeks Hang Seng Composite di Hong Kong tercatat mengalami penurunan sebesar 0,83 persen, sementara indeks Straits Times di Singapura juga mengalami pelemahan dengan turun sebesar 0,57 persen.
IHSG Melesat 1 Persen Lebih, Ditopang Saham Prajogo Pangestu dan Sentimen Global

Kondisi yang bervariasi juga terjadi di bursa saham Eropa, sedangkan bursa saham di Amerika Serikat kompak berada di zona merah. Di Eropa, indeks DAX di Jerman berhasil mengalami kenaikan sebesar 0,31 persen, namun indeks FTSE 100 di Inggris justru mengalami penurunan tipis sebesar 0,07 persen. Sementara itu, seluruh indeks utama di bursa Amerika Serikat ditutup melemah. Indeks S&P 500 di bursa Amerika tercatat melemah sebesar 0,32 persen. Pelemahan ini juga diikuti oleh indeks NASDAQ Composite yang melemah sebesar 0,60 persen, serta indeks Dow Jones yang mencatatkan penurunan sebesar 0,34 persen pada akhir perdagangan.






