Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanNewsPopuler
Beranda/Bisnis

IHSG Melesat 1 Persen Lebih, Ditopang Saham Prajogo Pangestu dan Sentimen Global

Bambang HandayaniDiterbitkan 12 Agu 2026 - 14.45 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
IHSG Melesat 1 Persen Lebih, Ditopang Saham Prajogo Pangestu dan Sentimen Global
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan hari Rabu (12/8/2026). Pada pukul 12.00 WIB, indeks berada di level 6.330,56, yang mencerminkan apresiasi sebesar 1,00 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Sepanjang sesi tersebut, pergerakan IHSG berada di rentang 6.272 atau naik 0,08 persen hingga menyentuh titik tertinggi di level 6.339 yang merupakan kenaikan 1,15 persen. Hingga jeda makan siang, nilai transaksi di bursa mencapai Rp7,92 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 19,43 miliar saham melalui 1,18 juta kali transaksi. Secara keseluruhan, terdapat 449 saham yang menguat, 171 saham melemah, dan 170 saham lainnya stagnan.

Kenaikan indeks ini ditopang oleh kinerja sejumlah saham unggulan, terutama emiten yang dikendalikan oleh Prajogo Pangestu. Empat saham dari Grup Barito, yakni BREN, BRPT, CUAN, dan PTRO, menjadi motor penggerak utama laju IHSG. Pergerakan positif ini juga didukung oleh emiten lain seperti DCII, ISAT, BRMS, DSSA, VKTR, dan BBCA. Sementara itu, jajaran saham yang paling aktif ditransaksikan pada pagi hari didominasi oleh CUAN, TPIA, DSSA, PTRO, dan BMRI. Dari sisi sektoral, penguatan tertinggi dipimpin oleh sektor utilitas, teknologi, serta barang baku, berbanding terbalik dengan sektor kesehatan dan industri yang justru mengalami kontraksi.

Di luar dinamika domestik, pergerakan pasar keuangan Indonesia pada hari yang sama juga dipengaruhi oleh penantian terhadap dua agenda global krusial. Agenda pertama adalah rilis data inflasi Amerika Serikat. Inflasi tahunan Amerika Serikat untuk bulan Juli diproyeksikan melandai ke angka 3,4 persen dari sebelumnya 3,5 persen pada bulan Juni. Di sisi lain, harga konsumen secara bulanan diperkirakan kembali naik 0,1 persen setelah sempat turun 0,4 persen pada bulan sebelumnya. Untuk inflasi inti tahunan, angkanya diproyeksikan turun menjadi 2,5 persen dari 2,6 persen, sedangkan secara bulanan diperkirakan naik 0,2 persen setelah tidak mengalami perubahan pada bulan Juni.

Baca Juga

Pemerintah Siapkan BUMN Tekstil Baru di Tengah Isu Restrukturisasi Utang dan Status Pailit PT Sritex

Pemerintah Siapkan BUMN Tekstil Baru di Tengah Isu Restrukturisasi Utang dan Status Pailit PT Sritex

Agenda penting kedua yang menjadi fokus pelaku pasar adalah pengumuman MSCI August 2026 Index Review. Pengumuman tersebut dijadwalkan berlangsung pada hari Rabu (12/8/2026) atau setara dengan dini hari Kamis (13/8/2026) WIB. Hasil dari tinjauan ini akan berlaku efektif per 1 September 2026, dengan masa transisi yang dimulai tepat setelah pengumuman. Namun, MSCI memutuskan untuk tetap membekukan sejumlah perubahan indeks bagi saham-saham asal Indonesia akibat kekhawatiran terkait transparansi struktur kepemilikan saham, akurasi perhitungan free float, serta dugaan aktivitas perdagangan yang terkoordinasi.

Keputusan pembekuan tersebut berdampak pada tidak adanya penambahan saham Indonesia ke dalam MSCI Investable Market Indexes. Selain itu, kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan jumlah saham dalam indeks tetap ditahan, serta tidak ada kenaikan kelas saham dari indeks Small Cap ke Standard berdasarkan ukuran kapitalisasi pasar. Meski demikian, MSCI tetap memiliki kewenangan untuk mengeluarkan saham yang masuk dalam kerangka High Shareholding Concentration dan menyesuaikan estimasi free float berdasarkan data keterbukaan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen.

Baca Juga

Pemerintah Jaga Harga Pakan Ayam hingga 2026, Telur Peternak Wajib Diserap Dapur MBG

Pemerintah Jaga Harga Pakan Ayam hingga 2026, Telur Peternak Wajib Diserap Dapur MBG

Sebagai respons terhadap situasi pasar, MSCI mengakui langkah reformasi yang telah diumumkan oleh Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia, dan Kustodian Sentral Efek Indonesia. Reformasi ini mencakup peningkatan keterbukaan pemegang saham di atas 1 persen, klasifikasi investor yang lebih terperinci, penerapan kerangka High Shareholding Concentration, serta rencana menaikkan batas minimum free float menjadi 15 persen. Bulan November akan menjadi batas waktu krusial bagi pasar saham Indonesia untuk membuktikan konsistensi penerapan reformasi tersebut. Jika kemajuan dinilai belum memadai, MSCI dapat mempertimbangkan opsi untuk memulai konsultasi terkait potensi reklasifikasi status Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bursa Efek IndonesiaIHSGPrajogo Pangestu

Berita Terbaru Lainnya

Pemerintah Finalisasi Rencana Subsidi KRL Jabodetabek Berbasis NIK dan Akselerasi Jalur Cikampek173 Korban Dievakuasi dari KMP Putri Yasmin yang Terbakar di Perairan SekotongDinamika Kebijakan dan Peta Ekonomi di Balik Hilirisasi Nikel IndonesiaAbu Dhabi Uji Coba Layanan Taksi Otonomos Lewat Kemitraan StrategisKemendagri Akselerasi Penerapan Identitas Kependudukan Digital, Pengguna Capai 21 JutaPemerintah Siapkan BUMN Tekstil Baru di Tengah Isu Restrukturisasi Utang dan Status Pailit PT SritexPemerintah Jaga Harga Pakan Ayam hingga 2026, Telur Peternak Wajib Diserap Dapur MBGRupiah Diproyeksikan Bergerak di Kisaran Rp 17.750-Rp 17.850 per Dolar AS

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kesehatan Saluran Cerna Menjadi Kunci Tumbuh Kembang Anak pada 1000 Hari Pertama Kehidupan

Nasional

Kesehatan Saluran Cerna Menjadi Kunci Tumbuh Kembang Anak pada 1000 Hari Pertama Kehidupan

7 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  3. 3Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanNews

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap