Rombongan tim Persebaya Surabaya terpaksa mengubah rencana kepulangan mereka ke Kota Pahlawan menyusul dihentikannya aktivitas penerbangan akibat letusan Gunung Anak Krakatau. Skuad berjuluk Bajul Ijo tersebut harus menempuh perjalanan panjang melalui kombinasi jalur darat dan laut dari Lampung menuju Surabaya.
Berdasarkan keterangan Jonathan, rombongan Persebaya telah bertolak dari hotel tempat mereka menginap di Lampung pada Minggu pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Tim bergerak menuju Pelabuhan Bakauheni untuk melakukan penyeberangan menggunakan kapal feri menuju Pelabuhan Merak, Banten.
Setibanya di Pelabuhan Merak, para pemain dan ofisial tidak melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat terbang karena terganggunya operasional bandara. Seluruh anggota tim langsung melanjutkan perjalanan jarak jauh menggunakan armada bus melalui jalur darat hingga tiba di Surabaya.
Pasar Pakan Hewan Tumbuh, Produsen Lokal Papar Strategi

Dampak Erupsi terhadap Penerbangan dan Mobilitas
Langkah pengalihan rute perjalanan ini dilakukan setelah Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara akibat paparan abu vulkanik dan gangguan ruang udara dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Penutupan tersebut mengakibatkan sebanyak 209 penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta dibatalkan. Dampak sebaran abu vulkanik juga berimbas ke wilayah lain, di mana sebanyak 24 penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru turut mengalami pembatalan.
Sebagai respons atas penutupan operasional di Bandara Soekarno-Hatta, operator transportasi darat menambah armada pelayanan. KAI Daop 5 Purwokerto mengoperasikan dua perjalanan kereta api tambahan dengan tujuan menuju Jakarta guna melayani kebutuhan mobilitas masyarakat.
Kepercayaan dan Kepuasan Publik pada Pemerintahan Prabowo Masih Tinggi

Sebaran Abu Vulkanik dan Peringatan Cuaca
Sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan telah mencapai wilayah Banten, Jakarta, hingga Jawa Barat. Menyikapi situasi tersebut, Pemerintah Kota Tangerang mengimbau seluruh warga untuk mengenakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruang demi menjaga kesehatan dari sebaran abu yang meluas.
Di samping itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini potensi angin kencang di berbagai daerah. Peringatan dini tersebut mencakup wilayah Provinsi Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, hingga Kalimantan Barat.






