JAKARTA — Temuan survei nasional Arus Survei Indonesia (ASI) menunjukkan bahwa kepercayaan dan kepuasan publik pada pemerintahan Prabowo masih tinggi. Mayoritas masyarakat tercatat tetap menaruh kepercayaan terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Berdasarkan data survei ASI, tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran mencapai 61,4 persen. Angka tersebut terdiri atas 9,1 persen responden yang menyatakan sangat percaya dan 52,3 persen cukup percaya. Di sisi lain, sebanyak 35,9 persen responden menyatakan tidak percaya, yang terbagi menjadi 29,9 persen kurang percaya serta 6 persen sangat tidak percaya.
Tren serupa terlihat pada evaluasi performa kepemimpinan nasional. Sebanyak 57,6 persen responden mengaku puas terhadap kinerja Presiden Prabowo, dengan rincian 9 persen sangat puas dan 48,6 persen cukup puas. Kelompok yang menyatakan tidak puas berada di angka 40,6 persen, sementara 1,8 persen responden lainnya memilih tidak tahu atau tidak menjawab.
Pasar Pakan Hewan Tumbuh, Produsen Lokal Papar Strategi

Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
Selain mengukur kepuasan umum, riset ASI memotret respons masyarakat terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 51,5 persen responden menyatakan setuju program MBG dilanjutkan, yang meliputi 12,3 persen sangat setuju dan 39,2 persen cukup setuju. Dukungan tersebut terpaut tipis dengan kelompok yang tidak setuju kelanjutan program, yakni sebesar 45,4 persen (29,6 persen kurang setuju dan 15,8 persen sangat tidak setuju).
Berdasarkan kelompok usia, kepuasan terhadap pelaksanaan program MBG tercatat lebih tinggi di kalangan generasi muda. Sebanyak 54,6 persen responden Generasi Z (usia 17–23 tahun) menyatakan puas dengan pelaksanaan MBG. Pada kelompok Milenial (usia 24–39 tahun), tingkat kepuasan terhadap program ini mencapai 50,4 persen.
Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Skuad Persebaya Pulang Lewat Jalur Darat dan Laut

Pelaksanaan program tersebut sebelumnya juga mendapat perhatian menyusul evaluasi teknis di lapangan, di mana Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan bahwa 80 persen kasus keracunan MBG disebabkan oleh pelanggaran prosedur operasional standar (SOP).
Survei ASI ini dilaksanakan pada 23 hingga 29 Juli 2026 yang mencakup 38 provinsi di seluruh Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden. Penarikan sampel survei menerapkan metode multistage random sampling, dengan batas kesalahan (margin of error) sebesar kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.






