Pasar pakan hewan peliharaan di Indonesia diproyeksikan mencatat pertumbuhan sebesar 7% hingga 8% pada 2026 menurut data Statista Market Insights. Tren positif ini mendorong para produsen lokal untuk memperkuat pangsa pasar domestik sekaligus memperluas penetrasi ke pasar internasional.
Chief Executive Officer CPPETINDO, Paulius Juta, menjelaskan bahwa laju pertumbuhan industri pakan hewan saat ini sangat dipengaruhi oleh fenomena pet humanization. Melalui pergeseran paradigma tersebut, pemilik hewan kini memandang anabul (anak bulu) sebagai bagian integral dari anggota keluarga, sehingga permintaan terhadap nutrisi dan produk berkualitas terus meningkat.
Menjawab peluang pasar tersebut, CPPETINDO memaparkan sejumlah langkah strategis yang mencakup inovasi formulasi produk, ekspansi jaringan distribusi, serta penguatan edukasi mengenai kepemilikan hewan yang bertanggung jawab.
Perluasan Distribusi dan Standar Mutu Internasional
Dalam hal kesiapan pasokan dan kualitas, lini produk pakan hewan seperti Bolt telah disesuaikan dengan standar Association of American Feed Control Officials (AAFCO). Produk ini juga mengantongi sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV), Good Manufacturing Practice (GMP), serta Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) untuk menjamin kelayakan dan keamanan pangan.
Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Skuad Persebaya Pulang Lewat Jalur Darat dan Laut

Chief Commercial Officer CPPETINDO, Erwin Hartawan, mengungkapkan bahwa distribusi produk Bolt kini disokong oleh lebih dari 100 distributor di berbagai wilayah Indonesia. Selain memenuhi kebutuhan pasar nasional, produk pakan lokal tersebut telah menembus pasar ekspor di lima negara, termasuk Malaysia, Filipina, dan Uni Emirat Arab. Secara keseluruhan grup usaha, jangkauan ekspor CPPETINDO telah mencakup delapan negara.
Optimisme terhadap permintaan produk pakan anabul juga diungkapkan oleh produsen lain. Perusahaan pakan hewan Coucou turut menyatakan keyakinannya untuk dapat merealisasikan target penjualan di tengah antusiasme konsumen pada ajang pameran industri.
Edukasi dan Advokasi Kesejahteraan Hewan
Selain pendekatan komersial, produsen lokal turut memadukan strategi bisnis dengan advokasi sosial. Pada ajang Indonesia International Pet Expo (IIPE) 2026, CPPETINDO mengusung tema kepedulian satwa dan menggandeng koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI) guna menggalang petisi pengesahan RUU Perlindungan dan Kesejahteraan Hewan yang masuk dalam Prolegnas Prioritas 2026.
Kepercayaan dan Kepuasan Publik pada Pemerintahan Prabowo Masih Tinggi

Kampanye tersebut mengonversi setiap tanda tangan publik menjadi donasi 500 gram pakan bagi penampungan anjing telantar, dengan dukungan dari figur publik seperti Nadine Chandrawinata dan Mischa Chandrawinata.
Langkah perlindungan hewan ini sejalan dengan regulasi pemerintah daerah, salah satunya Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 36 Tahun 2025 yang melarang perdagangan daging anjing dan kucing untuk konsumsi, sebagaimana ditegaskan oleh Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok.






