Kementerian Perindustrian menyatakan bahwa sektor industri manufaktur di Indonesia masih menunjukkan gairah yang tinggi meskipun dihadapkan pada situasi ketidakpastian ekonomi global. Kondisi positif ini tercermin secara jelas melalui rilis data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada periode Juli 2026. Berdasarkan pengumuman resmi yang disampaikan pada hari Kamis, 30 Juli 2026, Indeks Kepercayaan Industri nasional berhasil menyentuh level 53,10. Angka ini memberikan indikasi kuat bahwa aktivitas industri pengolahan di dalam negeri secara keseluruhan masih berada dalam zona ekspansi, karena secara konsisten mampu bertahan di atas ambang batas netral yaitu level 50.
Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri, memaparkan bahwa capaian Indeks Kepercayaan Industri pada bulan Juli 2026 tersebut mencatatkan pertumbuhan yang positif jika dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya. Realisasi angka 53,10 tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan pencapaian pada bulan sebelumnya, yakni Juni 2026, yang berada di level 52,90. Dengan demikian, terdapat peningkatan sebesar 0,20 poin secara bulanan. Selain itu, capaian pada bulan ini juga berhasil melampaui posisi Indeks Kepercayaan Industri pada periode yang sama di tahun sebelumnya, yakni Juli 2025, yang saat itu tercatat berada di angka 52,89.
Secara lebih rinci, pergerakan Indeks Kepercayaan Industri nasional dipengaruhi oleh tiga variabel pembentuk utama. Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian, pada periode Juli 2026 ini, dua dari tiga variabel tersebut tercatat masih berada dalam fase ekspansi, sedangkan satu variabel lainnya harus mengalami kontraksi. Kinerja positif utamanya didorong oleh variabel pesanan baru yang mencatatkan peningkatan cukup signifikan. Variabel pesanan baru tersebut mengalami kenaikan sebesar 0,45 poin sehingga berhasil menyentuh angka 53,80.
BAKN Minta Pemerintah Siapkan Plan B Pengalihan Utang KCIC untuk Lindungi Keuangan KAI

Selain variabel pesanan baru, variabel produksi juga turut menopang kinerja industri nasional dengan mempertahankan tren yang positif. Variabel produksi tercatat tetap berada di zona ekspansi pada angka 54,55. Tingginya angka pada variabel produksi dan pesanan baru ini menjadi motor penggerak utama bertahannya Indeks Kepercayaan Industri di atas level 50. Sebaliknya, pelemahan hanya terjadi pada variabel persediaan produk. Variabel persediaan produk ini tercatat mengalami kontraksi karena hanya berada pada angka 49,18 pada periode Juli 2026.
Jika ditinjau dari pemetaan subsektor manufaktur, mayoritas industri pengolahan dalam negeri menunjukkan kinerja yang tergolong solid. Dari total 23 subsektor manufaktur domestik yang dipantau oleh Kementerian Perindustrian, sebanyak 22 subsektor di antaranya berhasil mencatatkan indeks di atas level 50 atau berstatus ekspansi. Pertumbuhan di kelompok subsektor yang berekspansi ini dipimpin oleh industri minuman serta industri kendaraan bermotor yang mencatatkan capaian tertinggi. Febri Hendri menekankan bahwa 22 subsektor industri yang berekspansi pada Juli 2026 ini memiliki peranan yang sangat vital, karena menguasai pangsa Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 98,6 persen. Hal ini menegaskan bahwa subsektor yang mengalami ekspansi merupakan industri-industri berskala besar di Indonesia.
Meskipun mayoritas sektor industri tumbuh dengan bergairah, laporan Kementerian Perindustrian juga mencatat adanya tantangan pada satu lini tertentu. Dari total 23 subsektor manufaktur domestik yang dievaluasi, hanya terdapat satu subsektor yang terperosok ke zona kontraksi pada bulan Juli 2026. Subsektor tunggal yang mengalami kontraksi tersebut adalah industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki. Kondisi ini menunjukkan dinamika tersendiri yang sedang dihadapi oleh para pelaku usaha di sektor manufaktur kulit dan alas kaki di tengah ekspansi sektor manufaktur lainnya.
UKM Tetap Resilien, Sektor Produktif Penopang Ekonomi Semester I-2026

Dari sisi pandangan para pelaku usaha, situasi bisnis saat ini menunjukkan tren yang semakin membaik dan stabil. Hal ini tercermin dari indikator kondisi usaha yang membaik, yang mencatatkan peningkatan sebesar 1,1 poin menjadi 77,9 persen pada bulan Juli 2026. Peningkatan persepsi positif ini sejalan dengan realisasi angka pesanan baru dan produksi yang terus berada di zona ekspansi.
Namun demikian, tingkat optimisme dunia usaha terhadap kondisi usahanya untuk jangka waktu enam bulan ke depan sedikit tertahan. Optimisme pelaku industri untuk enam bulan ke depan mencatatkan penurunan sebesar 0,8 persen pada Juli 2026 menjadi 67,8 persen. Meskipun mengalami sedikit penurunan, pihak Kementerian Perindustrian menegaskan bahwa angka tersebut masih berada di atas 65 persen, sehingga secara umum para pelaku usaha di sektor industri nasional masih memiliki pandangan yang optimis terhadap prospek bisnis mereka ke depannya.






