Pengembangan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) memerlukan penguatan di sejumlah sektor strategis di dalam negeri. CEO Solar Karya Indonesia, Christopher Liawan, mengungkapkan bahwa penguatan regulasi, kesiapan infrastruktur, serta keandalan rantai pasok komponen pendukung domestik merupakan kunci penting untuk mempercepat realisasi program PLTS tersebut.
Dalam dialog bersama Shania Alatas di program Squawk Box, CNBC Indonesia, Christopher menjelaskan bahwa pemenuhan kebutuhan pembangunan PLTS di tanah air menuntut kesiapan industri manufaktur lokal. Kesiapan ini mencakup peningkatan kapasitas produksi pabrik komponen panel surya, peningkatan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM), hingga penguasaan teknologi manufaktur yang mutakhir.
Kesiapan Manufaktur dan Rantai Pasok Komponen
Untuk mendukung target pembangunan PLTS berskala masif, penguatan ekosistem industri komponen pendukung menjadi prioritas. Peningkatan kapasitas produksi dan adopsi teknologi manufaktur dinilai krusial agar industri dalam negeri mampu memproduksi komponen panel surya yang memadai dan memenuhi standar kebutuhan proyek.
CT Beri Coaching Clinic, Bongkar Cara Hadapi Masalah Bisnis

Selain aspek teknis dan sarana produksi, ketersediaan SDM yang terampil juga diperlukan guna mengimbangi laju perkembangan industri energi surya nasional. Sinergi antara infrastruktur, pasokan komponen lokal, dan tenaga kerja kompeten akan menopang kelancaran pembangunan pembangkit listrik tenaga surya di berbagai daerah.
Kebutuhan Kepastian Penyerapan Pasar
Di samping kesiapan fasilitas pabrik dan penguasaan teknologi, pelaku usaha di sektor energi surya sangat membutuhkan kepastian penyerapan pasar. Faktor kepastian pasar ini menjadi landasan utama bagi dunia usaha dalam merencanakan serta mendorong ekspansi bisnis di sektor PLTS.
Hilton Ramal Negara Asia Ini Bakal Jadi Raja Pariwisata Dunia

Dengan adanya jaminan penyerapan pasar yang jelas serta dukungan regulasi yang kuat, pelaku industri dapat mengoptimalkan investasi, memperluas skala produksi komponen panel surya, dan mempercepat kontribusi sektor manufaktur terhadap agenda transisi energi nasional.






