Pasar modal Indonesia menunjukkan fenomena menarik sepanjang pekan ketiga Juli 2026. Di tengah aksi lepas saham secara masif oleh pemodal asing, aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) justru melonjak tajam. Investor domestik tampaknya mengambil alih kemudi pasar, terbukti dari volume transaksi harian yang melonjak drastis hingga puluhan miliar lembar saham. Pergerakan ini memberikan sinyal bahwa pasar saham tanah air memiliki daya tahan yang cukup kuat meskipun tekanan eksternal terus membayangi.
Berdasarkan laporan kinerja perdagangan untuk periode 20 hingga 24 Juli 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup pekan di zona hijau dengan penguatan tipis sebesar 0,34 persen. IHSG kini bertengger di level 6.196,430, naik dari posisi penutupan pekan sebelumnya yang berada di level 6.175,535. Meskipun sempat mengalami fluktuasi harian鈥攕eperti pada hari Kamis yang berakhir di zona merah setelah sempat dibuka menguat 0,19 persen di level 6.346,62鈥攖ren keseluruhan mingguan tetap menunjukkan performa positif.
Dua Matematikawan Tiongkok Cetak Sejarah Baru di Fields Medal

Lonjakan aktivitas perdagangan ini terlihat sangat jelas pada rata-rata volume transaksi harian yang meroket sebesar 66,88 persen. BEI mencatat volume transaksi harian rata-rata melonjak menjadi 43,68 miliar lembar saham, dibandingkan pekan sebelumnya yang hanya mencapai 26,17 miliar lembar saham. Tidak hanya volume, nilai transaksi harian juga ikut terkerek naik 41,21 persen menjadi Rp19,76 triliun dari Rp13,99 triliun. Frekuensi perdagangan pun mengalami pertumbuhan sebesar 14,4 persen dengan total rata-rata mencapai 2,67 juta kali transaksi per hari.
Kenaikan berbagai indikator perdagangan ini berimbas positif pada total kapitalisasi pasar BEI yang meningkat 1,13 persen hingga menyentuh angka Rp10.870 triliun. Angka fantastis ini mencerminkan optimisme pelaku pasar dalam negeri yang tetap terjaga. Namun, di balik bergairahnya pasar domestik, investor asing justru terus melakukan aksi jual bersih atau net sell. Pada akhir perdagangan hari Jumat (24/7), nilai jual bersih asing tercatat mencapai Rp1,36 triliun, yang menggenapkan akumulasi net sell asing sepanjang tahun 2026 menjadi sebesar Rp79,09 triliun.
Harga Mahal Piala Dunia dan Ujian Awal Enzo Maresca di Manchester City

Tekanan jual dari investor asing ini sangat terasa pada hari Jumat (24/7). Pada pagi hari, IHSG dibuka melemah 0,77 persen ke posisi 6.266,98, sementara indeks LQ45 ikut terkoreksi ke level 620,46. Pada penutupan sore harinya, IHSG ditutup melemah 118,88 poin atau 1,88 persen ke level 6.196,43, dan indeks LQ45 turun 12,33 poin. Meskipun terjadi pelemahan harian di akhir pekan, kekuatan transaksi domestik sepanjang pekan tersebut terbukti mampu menjaga IHSG tetap berada di zona hijau secara akumulatif mingguan, membuktikan bahwa pasar saham Indonesia tidak sepenuhnya bergantung pada modal asing.






