Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Politik

Iran Peringatkan Negara Teluk, Serangan Amerika Serikat Akan Picu Balasan ke Infrastruktur Energi

Bambang HandayaniDiterbitkan 6 Agu 2026 - 12.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Iran Peringatkan Negara Teluk, Serangan Amerika Serikat Akan Picu Balasan ke Infrastruktur Energi
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pemerintah Iran melayangkan peringatan keras kepada negara-negara di kawasan Teluk untuk tidak membantu Amerika Serikat dalam melancarkan aksi militer. Teheran menegaskan bahwa setiap serangan baru dari Washington ke wilayahnya akan memicu pembalasan besar-besaran yang menyasar berbagai infrastruktur energi vital di seluruh kawasan Timur Tengah. Ancaman ini menempatkan negara-negara Arab dalam posisi dilematis di tengah memanasnya tensi geopolitik global.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News

Langkah agresif Iran ini dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 28 Juli lalu, yang mengancam akan menggempur jaringan serta infrastruktur energi milik Iran. Merespons ancaman tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi langsung bergerak cepat dengan menghubungi para menteri luar negeri dari Arab Saudi, Turki, dan Qatar, serta kepala staf angkatan darat Pakistan. Melalui jalur diplomasi ini, Araqchi mendesak negara-negara sekutu Washington di Teluk untuk menggunakan pengaruh politik mereka guna mencegah Trump merealisasikan rencana serangan tersebut.

Peringatan Teheran ini disampaikan secara terarah, terutama melalui perantara Arab Saudi dan Qatar. Seorang pejabat Iran memperinci bahwa jika Amerika Serikat nekat menyerang, Teheran tidak akan ragu untuk menghantam balik fasilitas energi, kilang minyak, jaringan listrik, infrastruktur air, jalur transportasi, hingga ladang minyak di seantero Teluk. Untuk mempertegas ancamannya, pejabat tersebut mengingatkan kembali peristiwa serangan rudal dan pesawat nirawak pada September 2019 yang melumpuhkan fasilitas Abqaiq dan Khurais milik perusahaan minyak raksasa Arab Saudi, Aramco.

Baca Juga

Pemerintah AS Kembalikan Tarif Liberation Day Rp1.500 Triliun ke Pengusaha Pascaputusan Mahkamah Agung

Pemerintah AS Kembalikan Tarif Liberation Day Rp1.500 Triliun ke Pengusaha Pascaputusan Mahkamah Agung

Menyikapi situasi yang genting ini, negara-negara Teluk berupaya meredam ketegangan demi menghindari kehancuran ekonomi regional. Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dilaporkan langsung menghubungi Donald Trump untuk mendesak penundaan tindakan militer. Pangeran Mohammed meminta Trump kembali ke meja perundingan guna mengupayakan gencatan senjata dan penyelesaian diplomatik. Senada dengan langkah tersebut, Qatar dan Oman juga mendesak Washington agar segera melanjutkan pembicaraan dengan Teheran demi mencegah pecahnya konflik bersenjata yang baru.

Sebagai respons atas berbagai desakan diplomatik, Donald Trump pada 2 Agustus menyatakan setuju untuk membatalkan rencana serangan terhadap Iran. Kendati demikian, pembatalan tersebut bersifat bersyarat, di mana Washington menuntut pencapaian kesepakatan diplomatik dalam waktu singkat. Di sisi lain, kepemimpinan ulama di Iran tetap menuntut syarat yang mendasar bagi stabilitas kawasan, termasuk penutupan seluruh pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di Teluk. Teheran juga mendesak negara-negara Arab di kawasan tersebut untuk menghentikan pembagian informasi intelijen dengan Washington, yang dituding memfasilitasi operasi militer terhadap Iran.

Baca Juga

Kemenkeu Tunda Pajak Toko Online dan Ambil Alih Utang Kereta Cepat Whoosh

Kemenkeu Tunda Pajak Toko Online dan Ambil Alih Utang Kereta Cepat Whoosh

Meskipun berupaya menempuh jalur damai, Arab Saudi menegaskan tidak akan tinggal diam jika kedaulatannya dilanggar. Riyadh memperingatkan bahwa setiap serangan yang menyasar wilayah teritorialnya akan dihadapi dengan respons militer yang setimpal. Analis asal Arab Saudi, Ali Shihabi, menjelaskan bahwa pihak kerajaan memandang eskalasi lebih lanjut tidak akan membuahkan hasil yang diinginkan. Menurut Shihabi, kombinasi antara respons militer yang proporsional serta tekanan yang konsisten di Selat Hormuz merupakan jalan terkuat untuk memaksa semua pihak menuju penyelesaian diplomatik yang praktis dan berkelanjutan. Sementara itu, Menlu Araqchi menekankan bahwa meskipun Iran siap membalas, jalur diplomasi tetap menjadi opsi terbaik untuk menghindari eskalasi yang lebih luas di kawasan Teluk.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Amerika SerikatArab SaudiIranTimur TengahInfrastruktur Energi

Berita Terbaru Lainnya

Kemenbud Siapkan Museum Musik Indonesia di Bandung untuk Dokumentasikan Perjalanan Musik NasionalPerputaran Ekonomi UMKM di Piala Presiden 2026 Tembus Rp1,5 MiliarImigrasi Sulut Dorong Sinergi Pentahelix Jawab Tantangan KeimigrasianAlasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Dorong Penindakan Tegas Peredaran Ilegal TramadolDrama Harian A Trap Called Desire Tayang Mulai 10 Agustus 2026 di KBS2, Tandai Kembalinya Jang Seo-heePenyebaran Disinformasi Demonstrasi, Video Lama Bundaran HI Dipakai untuk Narasi BaruPemerintah AS Kembalikan Tarif Liberation Day Rp1.500 Triliun ke Pengusaha Pascaputusan Mahkamah AgungPasha Ungu Sutradarai Video Musik Utara-Selatan, Gandeng Ratusan Cliquers

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

Berita

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  4. 4Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  5. 5Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026Ketenagakerjaan 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap