Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Nasional

Pemerintah AS Kembalikan Tarif Liberation Day Rp1.500 Triliun ke Pengusaha Pascaputusan Mahkamah Agung

Togar SiregarDiterbitkan 6 Agu 2026 - 13.30 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pemerintah AS Kembalikan Tarif Liberation Day Rp1.500 Triliun ke Pengusaha Pascaputusan Mahkamah Agung
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump melalui pejabat bea cukai telah mengembalikan dana tarif impor "Liberation Day" sebesar 100 miliar dolar AS, atau setara dengan Rp1.500 triliun, kepada kalangan dunia usaha. Langkah pengembalian dana berskala besar ini menandai titik balik penting dalam kebijakan perdagangan luar negeri AS, sekaligus menjadi konsekuensi langsung dari kekalahan hukum pemerintah di tingkat peradilan tertinggi.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News

Langkah pemulangan dana ini dipicu oleh putusan krusial Mahkamah Agung AS pada bulan Februari lalu. Dalam putusan tersebut, majelis hakim menyatakan bahwa penerapan tarif impor secara luas yang didasarkan pada kewenangan ekonomi sepihak presiden adalah tindakan yang tidak sah secara hukum. Sebelum adanya putusan ini, Gedung Putih memanfaatkan undang-undang tahun 1977, yaitu International Emergency Economic Powers Act (IEEPA). Regulasi era Perang Dingin tersebut memberikan mandat kepada presiden untuk mengatur hingga membatasi perdagangan internasional dalam kondisi darurat nasional. Namun, Mahkamah Agung menilai batasan wewenang tersebut telah dilampaui dalam penerapan tarif Liberation Day.

Secara akumulatif, dana sebesar Rp1.500 triliun yang telah disalurkan kembali ke sektor swasta tersebut mencakup sekitar 60 persen dari seluruh total pendapatan tarif yang berhasil dipungut pemerintah selama kebijakan tersebut diberlakukan. Kendati demikian, proses penyelesaian administrasi ini belum sepenuhnya selesai. Otoritas perdagangan AS saat ini masih meninjau dana tambahan sebesar 29 miliar dolar AS yang berpotensi menyusul untuk dikembalikan. Di luar itu, terdapat dana senilai 1,6 miliar dolar AS yang hingga kini belum dicairkan karena para importir terkait belum menyerahkan rincian rekening bank mereka kepada otoritas bea cukai.

Baca Juga

Imigrasi Sulut Dorong Sinergi Pentahelix Jawab Tantangan Keimigrasian

Imigrasi Sulut Dorong Sinergi Pentahelix Jawab Tantangan Keimigrasian

Di tingkat korporasi, pengembalian dana ini memberikan suntikan likuiditas yang signifikan bagi sejumlah perusahaan besar. Amazon, misalnya, tercatat menerima pengembalian sekitar 600 juta dolar AS sepanjang kuartal kedua tahun ini. Menanggapi penerimaan dana tersebut, Direktur Keuangan Amazon, Brian Olsavsky, menyatakan dalam panggilan laporan keuangan kuartal kedua bahwa perusahaan berencana mengembalikan sebagian dari dana tersebut kepada para pelanggan yang sebelumnya dibebani biaya spesifik akibat tarif impor. Sesuai dengan hukum bea cukai yang berlaku di Amerika Serikat, hak untuk mengajukan klaim pengembalian dana ini memang dibatasi hanya untuk importir yang membayar tarif secara langsung kepada pemerintah.

Setelah putusan Mahkamah Agung membatalkan tarif Liberation Day pada Februari, pemerintahan Trump sempat memberlakukan tarif universal sebesar 10 persen sebagai solusi sementara untuk menjaga stabilitas perdagangan. Namun, setelah kebijakan transisi tersebut berakhir pada bulan lalu, pemerintah AS segera mengambil langkah baru yang agresif. Washington menerapkan tarif baru terhadap 60 mitra dagang yang dinilai gagal mengatasi masalah kerja paksa di negara masing-masing. Kebijakan tarif baru ini diumumkan hanya selang beberapa hari setelah Trump menjatuhkan tarif masuk sebesar 50 persen terhadap Kanada.

Baca Juga

Alasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Dorong Penindakan Tegas Peredaran Ilegal Tramadol

Alasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Dorong Penindakan Tegas Peredaran Ilegal Tramadol

Ketidakpastian mengenai sisa dana yang masih ditinjau serta persyaratan administratif rekening bank bagi para importir menjadi fokus penyelesaian bagi otoritas perdagangan AS dalam beberapa waktu ke depan. Bagi pelaku usaha global, perkembangan ini mempertegas dinamika regulasi perdagangan AS yang terus berubah pasca-keputusan yudisial tersebut.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Perdagangan InternasionalDonald TrumpTarif ImporAmerika SerikatMahkamah Agung AS

Berita Terbaru Lainnya

Perputaran Ekonomi UMKM di Piala Presiden 2026 Tembus Rp1,5 MiliarImigrasi Sulut Dorong Sinergi Pentahelix Jawab Tantangan KeimigrasianAlasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Dorong Penindakan Tegas Peredaran Ilegal TramadolDrama Harian A Trap Called Desire Tayang Mulai 10 Agustus 2026 di KBS2, Tandai Kembalinya Jang Seo-heePenyebaran Disinformasi Demonstrasi, Video Lama Bundaran HI Dipakai untuk Narasi BaruPasha Ungu Sutradarai Video Musik Utara-Selatan, Gandeng Ratusan CliquersDampak Gempa Pangandaran, Perjalanan KA Siliwangi Rute Cipatat-Sukabumi Dihentikan SementaraKemenkeu Tunda Pajak Toko Online dan Ambil Alih Utang Kereta Cepat Whoosh

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

Berita

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  4. 4Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  5. 5Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026Ketenagakerjaan 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap