Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Nasional

Penyebaran Disinformasi Demonstrasi, Video Lama Bundaran HI Dipakai untuk Narasi Baru

Ding Anyi ApuiDiterbitkan 6 Agu 2026 - 13.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Penyebaran Disinformasi Demonstrasi, Video Lama Bundaran HI Dipakai untuk Narasi Baru
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Pemantauan media sosial terhadap isu disinformasi demonstrasi sepanjang periode 26 Juli hingga 1 Agustus 2026 mencatat sebanyak 197 ribu unggahan yang berasal dari sekitar 63 ribu pengguna unik. Aktivitas penyebaran informasi ini terpantau secara lintas platform, mulai dari X, Instagram, TikTok, YouTube, hingga Facebook. Berdasarkan data pergerakan harian, lonjakan volume unggahan tertinggi terdeteksi terjadi pada 27 Juli dengan jumlah mencapai 50 ribu unggahan, sebelum kembali mengalami lonjakan berikutnya pada tanggal 30 Juli.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News

Melihat dari sisi respons publik, sentimen percakapan di media sosial selama periode pemantauan tersebut didominasi oleh nada netral yang mencapai angka 57 persen. Sementara itu, sentimen bernada negatif tercatat berada di angka 42 persen. Di sisi lain, sentimen positif yang muncul di tengah perbincangan publik sangat minim dan tidak mencapai angka 1 persen. Distribusi sentimen ini memperlihatkan bagaimana isu demonstrasi direspons secara dinamis oleh pengguna internet di Indonesia.

Secara teknis digital, terdapat indikasi kuat mengenai adanya rekayasa penyebaran informasi di platform X. Peneliti dari Monash University Indonesia, Ika Karlina Idris, melakukan analisis terhadap 34.935 unggahan di platform tersebut. Hasil penelitian menunjukkan fakta penting bahwa sebanyak 99,46 persen dari seluruh aktivitas tersebut merupakan aktivitas membagikan ulang atau retweet. Pola penyebaran ini dinilai tidak wajar untuk dilakukan oleh manusia secara manual. Salah satu buktinya adalah temuan satu akun yang melakukan sembilan kali retweet berbeda hanya dalam rentang waktu 105 milidetik.

Baca Juga

Progres Pembangunan Sekolah Rakyat di Kuantan Singingi, Polewali Mandar, dan Probolinggo

Progres Pembangunan Sekolah Rakyat di Kuantan Singingi, Polewali Mandar, dan Probolinggo

Penyebaran informasi yang tidak organik ini juga terlihat dari konsentrasi interaksi yang hanya berpusat pada akun-akun tertentu. Sebagai contoh nyata, sebuah akun yang memiliki verifikasi centang biru dengan nama pengguna @dieddfish mampu menghasilkan hingga 13.446 retweet. Jumlah tersebut setara dengan 38,7 persen dari total keseluruhan aktivitas retweet yang dianalisis dalam riset tersebut. Secara akumulatif, sepuluh unggahan sumber teratas saja sudah mendominasi dan menguasai hingga 88,5 persen dari total interaksi dalam dataset yang diteliti.

Metode penyebaran disinformasi ini kerap memanfaatkan video dari peristiwa masa lalu yang kemudian dikemas ulang. Pemerhati budaya dan komunikasi digital sekaligus pendiri Literos.org, Firman Kurniawan, mencontohkan kasus yang terjadi saat Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi protes di depan Mahkamah Konstitusi pada 30 Juli 2026. Aksi tersebut digelar terkait pengawalan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, di media sosial justru beredar unggahan disinformasi berupa video bentrokan sengit dengan keterangan lokasi di Mahkamah Konstitusi pada tanggal 30 Juli. Padahal, video tersebut merupakan rekaman dari aksi demonstrasi lama yang terjadi di kawasan Bundaran HI pada Juni 2026.

Baca Juga

Status Tersangka Korupsi Bripka Yasir Mukhtadi Gugur di Praperadilan

Status Tersangka Korupsi Bripka Yasir Mukhtadi Gugur di Praperadilan

Tantangan dalam penyebaran informasi ini melahirkan pola penanganan yang berbeda dibandingkan masa lalu. Sekretaris Jenderal Asosiasi Jurnalis Indonesia (AJI), Bayu Wardhana, memberikan perspektif tersendiri mengenai situasi ini. Pada peristiwa demonstrasi sebelumnya, seperti yang terjadi pada bulan Agustus 2025, masyarakat mengalami pembatasan informasi secara langsung. Hambatan tersebut dilakukan melalui gangguan sinyal komunikasi di lapangan serta penonaktifan fitur siaran langsung (live) di berbagai platform media sosial. Kini, polanya bergeser dengan membanjiri ruang digital menggunakan konten lama yang diberi narasi baru.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Media SosialDisinformasiDemonstrasiBEM UI

Berita Terbaru Lainnya

Progres Pembangunan Sekolah Rakyat di Kuantan Singingi, Polewali Mandar, dan ProbolinggoStatus Tersangka Korupsi Bripka Yasir Mukhtadi Gugur di PraperadilanLangkah Tegas OJK Tertibkan Pasar Modal Melalui Sanksi AdministratifSyarat dan Sanksi Penutupan Permanen Dapur Makan Bergizi Gratis pada 10 Agustus 2026PLN Gandeng Swasta Garap 262 Proyek PLTA dan PLTM hingga 2034Kemenbud Siapkan Museum Musik Indonesia di Bandung untuk Dokumentasikan Perjalanan Musik NasionalPerputaran Ekonomi UMKM di Piala Presiden 2026 Tembus Rp1,5 MiliarImigrasi Sulut Dorong Sinergi Pentahelix Jawab Tantangan Keimigrasian

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

Berita

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  4. 4Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  5. 5Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026Ketenagakerjaan 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap