Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Nasional

PLN Gandeng Swasta Garap 262 Proyek PLTA dan PLTM hingga 2034

Yolanda TobanDiterbitkan 6 Agu 2026 - 14.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
PLN Gandeng Swasta Garap 262 Proyek PLTA dan PLTM hingga 2034
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

PT PLN (Persero) secara masif melibatkan pihak swasta dalam pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) hingga tahun 2034. Keterlibatan aktif dari produsen listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP) ini menjadi salah satu topik utama yang dibahas dalam acara Indonesia Hydropower Summit. Acara tersebut diselenggarakan oleh Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) dan bertempat di kantor pusat PLN yang berlokasi di Jakarta Selatan. Kerja sama ini menandai langkah penting dalam upaya mempercepat transisi energi bersih di tanah air.

Menurut penjelasan dari Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, total proyek PLTA dan PLTM yang telah terdaftar masuk ke dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) periode 2025-2034 mencapai 315 proyek. Dari keseluruhan proyek yang direncanakan tersebut, kapasitas total yang ditargetkan untuk dihasilkan adalah sebesar 11.689,99 megawatt (MW) atau setara dengan 11,7 gigawatt (GW). Angka ini menunjukkan potensi besar dari energi hidro yang akan dioptimalkan dalam beberapa tahun ke depan demi memenuhi kebutuhan listrik nasional.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News

Dalam pelaksanaan proyek-proyek tersebut, porsi terbesar dalam pengembangan pembangkit listrik berbasis hidro akan dikerjakan oleh pihak swasta atau IPP. Peran swasta dalam rencana strategis ini diproyeksikan sangat besar, bahkan lebih besar dibandingkan dengan peran yang dipegang oleh PLN sendiri maupun perusahaan subholding miliknya. Dari total proyek hidro yang direncanakan, pihak swasta atau IPP mendapatkan kepercayaan untuk menggarap sebagian besar di antaranya, yaitu sebanyak 262 proyek secara keseluruhan.

Baca Juga

Pemkot Tangsel Alokasikan Rp4 Miliar Perkuat Fasilitas PAUD demi Tingkatkan Partisipasi Sekolah

Pemkot Tangsel Alokasikan Rp4 Miliar Perkuat Fasilitas PAUD demi Tingkatkan Partisipasi Sekolah

Secara lebih terperinci, alokasi proyek yang diberikan kepada pihak swasta atau IPP terbagi menjadi dua kategori utama, yakni PLTA dan PLTM. Untuk proyek PLTA, pengembang swasta atau IPP mendapatkan alokasi kapasitas yang sangat signifikan, yaitu mencapai 9.441 MW yang tersebar di 48 proyek berbeda. Sementara itu, untuk proyek PLTM, pihak swasta juga mendapatkan porsi yang tidak kalah penting dengan alokasi kapasitas sebesar 1.110,16 MW yang tersebar di 214 proyek. Dominasi proyek swasta ini diharapkan dapat mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur energi bersih secara luas.

Di sisi lain, PLN dan subholding-nya akan menggarap sisa proyek yang tidak dialokasikan kepada pihak swasta. PLN sendiri dijadwalkan untuk mengembangkan PLTA dengan kapasitas sebesar 361 MW yang terbagi melalui tujuh proyek, serta PLTM dengan kapasitas sebesar 51,15 MW yang tersebar melalui 20 proyek. Sementara itu, pihak subholding PLN mendapatkan alokasi untuk mengembangkan PLTA dengan kapasitas sebesar 698,1 MW melalui 17 proyek, serta PLTM dengan kapasitas sebesar 28,58 MW yang terbagi melalui sembilan proyek.

Baca Juga

Misteri Mutilasi di Depok Terungkap, Pelaku Habisi Korban Setelah Kenalan di Media Sosial

Misteri Mutilasi di Depok Terungkap, Pelaku Habisi Korban Setelah Kenalan di Media Sosial

Dalam skema kolaborasi berskala besar ini, PLN memposisikan dirinya untuk bertindak sebagai enabler bagi para pengembang swasta. Alih-alih berfokus sepenuhnya pada pembangunan pembangkit, peran utama PLN di sini adalah menyiapkan jaringan transmisi yang dibutuhkan. Jaringan transmisi tersebut sangat krusial untuk menyalurkan listrik yang dihasilkan dari pembangkit-pembangkit hidro milik swasta maupun subholding agar dapat terintegrasi dan disalurkan secara aman serta efisien ke dalam sistem kelistrikan nasional.

Meskipun memiliki potensi yang besar, pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga hidro ini harus melalui berbagai tahapan yang kompleks dan membutuhkan waktu yang cukup panjang. Para pengembang harus menyelesaikan serangkaian proses mulai dari studi kelayakan, pengurusan perizinan, mengikuti proses lelang, melakukan pembahasan perjanjian pembelian listrik atau Power Purchase Agreement (PPA), hingga mencapai tahap financial closing. Proses ini juga sering kali menghadapi tantangan tambahan berupa perubahan regulasi secara periodik dari waktu ke waktu, yang pada akhirnya membuat proses pengembangan proyek menjadi lebih panjang.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

energi terbarukanPLNPLTAInvestasi Swasta

Berita Terbaru Lainnya

Pemkot Tangsel Alokasikan Rp4 Miliar Perkuat Fasilitas PAUD demi Tingkatkan Partisipasi SekolahMisteri Mutilasi di Depok Terungkap, Pelaku Habisi Korban Setelah Kenalan di Media SosialPramono Anung Rencanakan Obligasi Daerah Rp5,2 Triliun, DPRD DKI Minta Dampak Nyata bagi WargaSertifikat Pramuka Garuda Jadi Jalur Masuk TNI dan Polri Tanpa TesProgres Pembangunan Sekolah Rakyat di Kuantan Singingi, Polewali Mandar, dan ProbolinggoStatus Tersangka Korupsi Bripka Yasir Mukhtadi Gugur di PraperadilanLangkah Tegas OJK Tertibkan Pasar Modal Melalui Sanksi AdministratifSyarat dan Sanksi Penutupan Permanen Dapur Makan Bergizi Gratis pada 10 Agustus 2026

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

Berita

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  4. 4Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  5. 5Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026Ketenagakerjaan 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap