Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Ekonomi

Ironi Rusun Subsidi yang Baru Terjual Sepuluh Unit di Tengah Padatnya Kota

Yolanda TobanDiterbitkan 25 Jul 2026 - 09.43 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Ironi Rusun Subsidi yang Baru Terjual Sepuluh Unit di Tengah Padatnya Kota
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Di tengah sesaknya kawasan perkotaan dan melambungnya harga tanah, hunian vertikal seharusnya menjadi penyelamat bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Namun, realita di lapangan justru menunjukkan jurang pemisah yang lebar. Berdasarkan data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) hingga 23 Juli 2026, penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk rumah susun (rusun) subsidi baru menyentuh angka yang sangat memprihatinkan, yakni hanya 10 unit. Angka ini bagaikan butiran debu jika dibandingkan dengan rumah tapak yang penyalurannya telah menembus 111.527 unit dalam kurun waktu sekitar tujuh bulan pertama tahun tersebut.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menjelaskan bahwa minimnya angka penjualan ini sama sekali bukan mencerminkan rendahnya minat atau kebutuhan masyarakat urban akan tempat tinggal. Masalah utamanya terletak pada sisi pasokan dan regulasi yang usang. Para pengembang enggan membangun rusun subsidi karena skema pembiayaan dan harga jual yang berlaku masih mengacu pada aturan tahun 2021. Di mata para pelaku usaha, nilai keekonomian dari aturan lama tersebut sudah tidak lagi masuk akal dengan kondisi inflasi dan harga bahan bangunan saat ini, sehingga proyek hunian vertikal subsidi menjadi tidak menarik secara bisnis.

Baca Juga

Abu Vulkanik Ganggu Penerbangan, Ini Biaya yang Bikin Maskapai Boncos

Abu Vulkanik Ganggu Penerbangan, Ini Biaya yang Bikin Maskapai Boncos

Padahal, kebutuhan akan hunian vertikal di kota-kota besar seperti Jabodetabek sudah berada pada tingkat yang mendesak. Tingginya angka backlog perumahan sebagian besar terpusat di wilayah urban. Mencari lahan kosong untuk membangun rumah tapak bersubsidi di dekat pusat kota kini sudah menjadi misi yang hampir mustahil karena harganya yang selangit. Hunian vertikal yang layak, berkualitas, dan terjangkau sebenarnya merupakan satu-satunya solusi logis agar masyarakat kelas pekerja tetap bisa tinggal di dekat tempat mereka mencari nafkah tanpa harus terasing ke pinggiran kota yang sangat jauh.

Menyadari kebuntuan ini, pemerintah tidak tinggal diam dan telah merampungkan kajian untuk merombak aturan main rusun subsidi. Langkah penyelamatan yang disiapkan mencakup penyesuaian batas harga jual agar lebih ramah bagi dompet pengembang tanpa memberatkan konsumen. Melalui keputusan terbaru dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), pemerintah juga memperluas opsi ukuran unit hunian hingga tipe 45. Langkah ini diambil agar keluarga dari masyarakat berpenghasilan rendah memiliki ruang hidup yang lebih manusiawi dan sesuai dengan kebutuhan domestik mereka.

Baca Juga

Gaji PM Singapura Naik Rp19,5 M-Semuanya Disumbangkan selama 5 Tahun

Gaji PM Singapura Naik Rp19,5 M-Semuanya Disumbangkan selama 5 Tahun

Selain merombak fisik dan harga unit, reformasi juga menyasar sektor pembiayaan yang selama ini kerap menjadi batu sandungan bagi calon pembeli. BP Tapera bersama pemerintah tengah mematangkan skema kredit baru yang diharapkan bisa memperingan cicilan bulanan. Salah satu terobosan yang sedang digodok adalah perpanjangan masa tenor pinjaman hingga 40 tahun, serta penerapan suku bunga berjenjang pada periode awal masa kredit. Formula ini diharapkan menjadi stimulus kuat yang mampu mendongkrak realisasi rusun subsidi dari yang semula hanya belasan unit menjadi ribuan unit dalam waktu dekat.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Propertirusun subsidiBP Taperaperumahan rakyatFLPP

Berita Terbaru Lainnya

WN China Ditangkap di Ngurah Rai, Selundupkan 10,4 Kg EmasDetik-detik Gas 3 Kg Meledak di Warteg Jakbar hingga Warga BerhamburanModus Live Streaming Pornografi di TikTok Terbongkar, Penonton Diarahkan ke TeviDireksi PT CNI Diperiksa dalam Kasus Korupsi NikelPolisi Sisir 3 Perairan Cari Jurnalis Hilang Kontak di Selat SundaKebakaran TPA Galuga Bogor, KLH Pasang Sistem Monitoring Kualitas UdaraAnak Krakatau Erupsi Lagi, Ini Sebab Letusan Tak TerlihatKPK Geledah Rumah Direktur PT CMC Terkait Kasus Rejang Lebong

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap