Dokter spesialis forensik RS Bhayangkara Banten, dr. Donald Rinaldi Kusumaningrat, menyatakan bahwa jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano tidak cocok dengan data antemortem rombongan delapan orang yang hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Ketidaksesuaian awal tersebut terlihat dari ciri fisik dan pakaian yang melekat pada tubuh korban. Berdasarkan pemeriksaan data awal serta rekaman video yang beredar, jenazah yang berada di Pulau Enggano memiliki kulit putih dan hanya mengenakan celana berwarna biru dan putih. Selain itu, temuan pakaian dalam pada jenazah juga berbeda dari catatan pakaian terakhir rombongan yang dilaporkan hilang.
"Pakaian dalam yang dikenakan tidak sesuai," ujar dr. Donald.
Uji DNA Tetap Dilakukan di Bengkulu
Kendati temuan fisik menunjukkan perbedaan, tim medis dan kepolisian tetap mengambil langkah pengujian DNA demi memperoleh kepastian identifikasi secara ilmiah. Polda Banten telah mengumpulkan dan menyerahkan data DNA keluarga para korban hilang ke Polda Bengkulu untuk dicocokkan dengan jenazah di Pulau Enggano.
SAR soal Viral Kapal Terbalik di Dekat Anak Krakatau, Nihil

Menurut keterangan dr. Donald, proses pencocokan DNA ini membutuhkan waktu sekitar satu pekan sejak data dikirimkan.
"Baru hari ini diantar ke sana. Hasil bisa satu minggu," kata Donald.
Pelaksanaan identifikasi lanjutan kini sepenuhnya ditangani oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Bengkulu. Maruli menjelaskan bahwa peran Polda Banten difokuskan pada penyaluran data pembanding dari pihak keluarga korban guna memperlancar proses identifikasi forensik di Bengkulu.
Wanita Hamil 7 Bulan Tewas di Bekasi Usai Kencan Open BO MiChat

Daftar 8 Korban Hilang di Anak Krakatau
Rombongan yang dinyatakan hilang di perairan Gunung Anak Krakatau terdiri atas lima orang jurnalis dan tiga kru kapal. Mereka melakukan perjalanan menuju kawasan tersebut pada Senin (7/9), sebelum akhirnya dinyatakan hilang dan memicu operasi pencarian oleh Tim SAR sejak Selasa (8/9).
Kelima jurnalis yang masih dalam pencarian meliputi: - M Bagus Khoirunnas (ANTARA) - Ari Basuki (Merdeka.com) - Yudistiro Pranoto (iNews) - Firman Daus (Anadolu Agency) - Donal Husni (jurnalis lepas/freelance)
Adapun tiga orang kru kapal yang menyertai rombongan tersebut adalah: - Warta/Surahman (kapten kapal) - Sukarman (anak buah kapal/ABK) - Heriyanto (pemandu)






