Kawasan Tangerang menyimpan berbagai toponimi dengan latar belakang historis dan cerita rakyat yang khas. Di samping penamaan Kelurahan Gondrong di Kecamatan Cipondoh yang merujuk pada kawasan rimbun atau sosok berambut gondrong di masa lalu, serta Kelurahan Bencongan di Kabupaten Tangerang yang dikaitkan dengan tokoh dermawan keturunan Tionghoa bernama Ben Cong An, nama Kelurahan Jurumudi di Kota Tangerang turut menambah deretan sejarah penamaan wilayah yang unik.
Kelurahan Jurumudi yang kini berada di wilayah Kecamatan Benda mulanya tidak menyandang nama tersebut. Staf Tata Pemerintahan Kelurahan Jurumudi, Marsudin, menuturkan bahwa wilayah ini awalnya dinamai Jaramudi. Penamaan lama ini berakar dari keberadaan makam tempat ziarah di lingkungan RW 05 yang sering didatangi kalangan muda-mudi.
2 Cerita Ular Besar Masuk Rumah Warga Bikin Gempar

Pergeseran sebutan dari Jaramudi menjadi Jurumudi beriringan dengan dinamika mata pencarian warga setempat pada masa lampau. Banyak warga di wilayah tersebut bekerja sebagai pengemudi atau sopir truk angkutan pasir dan kendaraan umum kecil, seperti angkot atau armada pengangkut sejenis Isuzu. Para juru mudi kendaraan ini berperan memobilisasi para pekerja dari Kebon Besar dan Batuceper menuju area Jurumudi dekat kawasan bandara.
Secara administratif, Jurumudi diresmikan menjadi kelurahan melalui penerbitan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16 Tahun 2000. Penetapan ini bertepatan dengan pemekaran wilayah dari Kecamatan Batuceper sekitar tahun 2000. Kala itu, Batuceper yang semula mencakup 13 kelurahan dimekarkan hingga terbentuk Kecamatan Benda yang menaungi lima kelurahan.
Orang Utan Sempurna Mati, Legislator Dorong Operasi Darurat Penyelamatan Satwa

Kondisi lingkungan di Jurumudi pun mengalami perubahan signifikan seiring berjalannya waktu. Aktivitas galian pasir yang dulu ramai kini sudah tiada lantaran lahan-lahannya telah diuruk, dibebaskan untuk pembangunan infrastruktur jalan tol, serta dijual kepada para pengusaha. Meski usaha galian pasir telah lenyap, profesi sopir angkutan umum masih bertahan di kalangan sebagian warga. Saat ini, Kelurahan Jurumudi tercatat memiliki delapan RW dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 14 ribu orang.






