Nasib nahas menimpa seorang pria paruh baya bernama Erwin yang berusia 50 tahun beserta cucunya yang berinisial ZN dan baru menginjak usia tiga tahun. Keduanya dinyatakan tewas setelah mengalami insiden terjatuh dari lantai tiga sebuah bangunan yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Kota Medan. Peristiwa maut tersebut tepatnya terjadi di gedung Sekolah Methodist 6. Kejadian tragis yang merenggut nyawa kakek dan cucu ini berlangsung pada hari Minggu, tanggal 26 Juli, sekitar pukul 12.15 WIB, di tengah kegiatan berkumpul keluarga.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Kapolsek Medan Helvetia, Kompol Nelson JP Sipahutar, insiden ini bermula dari rangkaian kegiatan ibadah yang dilakukan oleh keluarga korban. Pada hari kejadian, Erwin beserta anggota keluarganya berangkat bersama-sama dari kediaman mereka. Tujuan keluarga ini adalah untuk mengikuti pelaksanaan ibadah hari Minggu. Kegiatan kebaktian tersebut diselenggarakan di lantai empat sebuah gereja yang posisinya berada di dalam area kompleks Sekolah Methodist 6.
Setelah seluruh rangkaian ibadah kebaktian di lantai empat selesai dilaksanakan sesuai dengan jadwal, keluarga tersebut tidak langsung meninggalkan lokasi kompleks sekolah. Mereka kemudian melanjutkan kegiatan dengan berpindah menuju lantai tiga gedung yang sama. Di lantai tersebut, keluarga korban mengadakan sebuah acara makan bersama. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk syukuran atas hari ulang tahun istri dari Erwin. Acara makan bersama tersebut turut dihadiri oleh anggota keluarga yang lain serta para jemaat gereja.
Hari Ke-9 Kebakaran TPA Galuga Bogor, Api dan Asap Tak Lagi Terlihat

Di tengah berlangsungnya acara syukuran dan makan bersama di lantai tiga tersebut, sebuah situasi yang membahayakan terjadi. Cucu korban, yakni ZN yang masih balita, diketahui sedang asyik bermain. Namun, area tempat anak berusia tiga tahun tersebut bermain berada tepat di sekitar tangga gedung. Menyadari posisi cucunya yang berada di area rawan, Erwin merasa khawatir anak tersebut akan terjatuh. Pria berusia 50 tahun itu pun bergegas menghampiri cucunya dengan tujuan untuk mengamankan dan menjauhkannya dari area tangga.
Upaya Erwin untuk menyelamatkan ZN pada awalnya membuahkan hasil. Ia berhasil meraih tubuh balita tersebut dan langsung menggendongnya. Akan tetapi, malapetaka terjadi sesaat setelah sang cucu berada dalam gendongannya. Erwin diduga kuat mengalami selip, terpeleset, atau salah berpijak ketika berada di area tangga tersebut. Kesalahan pijakan ini mengakibatkan kakinya mengalami keseleo. Kondisi tersebut secara langsung membuat Erwin kehilangan keseimbangan tubuhnya saat sedang menopang berat badan sang cucu di dalam pelukannya.
Sodomi ABG, Pemuda Bejat di Muara Angke Jakut Ditangkap Polisi

Hilangnya keseimbangan tersebut berujung pada jatuhnya kakek dan cucu itu dari ketinggian lantai tiga. Terkait jatuhnya korban, Kompol Nelson JP Sipahutar memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi fisik infrastruktur di lokasi kejadian. Menurut keterangan pihak kepolisian, area tangga tempat Erwin terpeleset sama sekali tidak memiliki fasilitas pegangan. Ketiadaan pegangan atau pembatas tangga ini dipastikan terjadi pada kedua sisi, baik di sisi sebelah kiri maupun di sisi sebelah kanan tangga.
Akibat tidak adanya fasilitas pegangan di area tangga tersebut, kelangsungan insiden menjadi sangat fatal. Kompol Nelson JP Sipahutar menegaskan bahwa saat korban mulai kehilangan keseimbangan akibat keseleo, tidak ada satu pun tempat atau benda yang dapat digunakan sebagai tumpuan untuk berpegangan. Ketiadaan penahan ini membuat Erwin tidak mampu menahan tubuhnya sendiri maupun cucu yang sedang digendongnya, sehingga keduanya pun terjatuh secara bersamaan dari lantai tiga gedung sekolah tersebut menuju ke bawah.






