Kabar mengejutkan kembali datang dari dunia tenis internasional. Nick Kyrgios, petenis asal Australia yang dikenal dengan julukan bad boy, kini harus menghadapi kenyataan pahit setelah dinyatakan positif menggunakan zat terlarang. Di tengah perjuangannya untuk pulih dari cedera lutut dan pergelangan tangan yang serius, temuan metabolit kokain dalam tubuhnya memicu tanda tanya besar mengenai kelanjutan masa depannya di dunia olahraga profesional.
Kasus ini bermula ketika Kyrgios menjalani tes di ajang Mallorca Terbuka pada bulan Juni lalu. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kandungan metabolit kokain dalam sampelnya. Petenis berusia 31 tahun tersebut tidak membantah hasil tes tersebut. Kyrgios secara terbuka mengakui bahwa tindakannya merupakan sebuah kesalahan besar dan menyatakan siap bertanggung jawab penuh atas apa yang telah terjadi.
Sebelum insiden ini mencuat, karier Kyrgios memang sedang berada di fase yang sangat sulit. Sejak awal tahun 2023, ia tercatat hanya mampu berpartisipasi dalam delapan turnamen dan hanya berhasil memenangkan dua pertandingan saja. Cedera parah terus menghambat performanya di lapangan, hingga posisinya merosot tajam ke peringkat 919 dunia. Padahal, Kyrgios pernah digadang-gadang sebagai talenta besar setelah secara mengejutkan mengalahkan Rafael Nadal di debut Centre Court Wimbledon saat masih berusia 19 tahun.
Strava Art Ubah Rute Bersepeda Menjadi Karya, Rayakan 21 Tahun Bike to Work

Perjalanan hidup Kyrgios memang kerap diwarnai kontroversi dan perjuangan melawan masalah kesehatan mental. Dalam dokumenter Netflix berjudul Break Point, ia mengungkapkan bahwa tahun 2019 adalah titik terendah dalam hidupnya, di mana ia terjerumus dalam penyalahgunaan alkohol, obat-obatan, hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit jiwa di London akibat perilaku menyakiti diri sendiri. Bahkan pada tahun 2024, dalam wawancara bersama Louis Theroux, Kyrgios mengaku pernah mengonsumsi 20 hingga 30 gelas alkohol tepat sebelum hari pertandingan.
Akibat kasus terbaru ini, Kyrgios kini dijatuhi suspensi sementara sembari menunggu penyelidikan kasusnya selesai. Ia terancam hukuman larangan bertanding hingga empat tahun. Namun, ada celah keringanan dalam regulasi. Jika ia mampu membuktikan bahwa zat terlarang tersebut dikonsumsi di luar periode kompetisi, sanksi yang diterimanya dapat dipangkas menjadi maksimal tiga bulan saja. Situasi ini memicu ironi tersendiri, mengingat Kyrgios sebelumnya dikenal sangat vokal mengkritik sistem antidoping tenis serta mengecam keringanan hukuman yang pernah diberikan kepada petenis lain seperti Jannik Sinner dan Iga Swiatek.
Niat dan Tata Cara Mandi Wajib setelah Nifas

Menghadapi situasi pelik ini, Kyrgios memilih untuk menepi sejenak dari lapangan hijau. Ia mengumumkan rencana untuk menarik diri dari segala aktivitas publik selama 28 hari ke depan. Waktu tersebut akan digunakannya secara khusus untuk fokus pada pemulihan kondisi mental dan upaya memperbaiki diri. Langkah ini diharapkan dapat membantunya menata kembali kehidupan pribadinya sebelum menentukan arah masa depan karier tenisnya yang kini berada di ujung tanduk.






