Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Hukum

Kasus Staf KPK Peras Bupati Pemalang, MAKI Sebut Kualitas Lembaga Menurun

Togar SiregarDiterbitkan 31 Jul 2026 - 07.07 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kasus Staf KPK Peras Bupati Pemalang, MAKI Sebut Kualitas Lembaga Menurun
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus dugaan pemerasan yang melibatkan Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro. Salah satu tersangka yang terjerat dalam perkara ini adalah Setya Budi Dias Oktavianto, yang berstatus sebagai staf administrasi di internal lembaga antirasuah tersebut. Keterlibatan pegawai dari dalam institusi penegak hukum ini langsung mendapat sorotan tajam dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi
). Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, menilai bahwa insiden ini menjadi bukti nyata adanya penurunan kualitas di tubuh KPK.

Kasus ini bermula dari tindakan Setya yang diduga membocorkan data penanganan perkara kepada ayahnya, Lilik Budi Suprianto. Berbekal informasi rahasia dari internal KPK tersebut, Lilik kemudian melancarkan aksi pemerasan terhadap Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro. Untuk memenuhi tuntutan pemerasan itu, Anom terpaksa memeras para bawahannya di lingkungan pemerintahan daerah. Dari tindakan tersebut, Anom berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp1,9 miliar. Dari total uang yang terkumpul, sebanyak Rp1,2 miliar disetorkan langsung kepada Lilik.

Dalam penanganan perkara ini, lembaga antirasuah tersebut resmi menetapkan empat tersangka utama. Keempat orang tersebut meliputi Bupati Pemalang Anom Widiyantoro (AWI), Mohamad Haris (GHA) yang berkapasitas sebagai pihak swasta sekaligus orang kepercayaan Bupati, Lilik Budi Suprianto (LBS), dan Setya Budi Dias Oktavianto (DIS). Posisi Setya yang juga bertugas sebagai ajudan pimpinan dinilai sangat krusial, karena memberinya potensi akses yang luas untuk mengetahui berbagai informasi sensitif mengenai perkara yang sedang ditangani oleh lembaganya.

Baca Juga

Polisi Tangkap Pria di Makassar yang Perkosa Pacar dan Kirim Videonya ke Orang Tua Korban

Polisi Tangkap Pria di Makassar yang Perkosa Pacar dan Kirim Videonya ke Orang Tua Korban

Menanggapi rentetan peristiwa tersebut, Boyamin Saiman menyampaikan pandangannya kepada wartawan pada Jumat, 31 Juli 2026. Ia menyoroti bagaimana kerahasiaan penyidikan yang seharusnya dijaga ketat kini bisa bocor ke pihak luar. Menurutnya, kebocoran data yang berujung pada tindak pidana pemerasan ini menunjukkan bahwa sistem pengamanan informasi di internal KPK sedang bermasalah dan mengalami kemunduran yang signifikan dibandingkan masa-masa sebelumnya.

Boyamin kemudian membandingkan kondisi saat ini dengan ketatnya sistem yang diterapkan KPK pada masa lalu. Ia menjelaskan bahwa dahulu, akses terhadap informasi penanganan sebuah perkara sangat dibatasi. Tingkat kerahasiaan proses hukum dijaga sedemikian rupa sehingga seorang pelapor kasus pun tidak akan pernah mendapatkan informasi atau pembaruan mengenai perkembangan penyidikan. Seluruh tahapan proses hukum benar-benar dijaga kerahasiaannya dari pihak-pihak yang tidak berkepentingan langsung.

Lebih jauh, Boyamin menceritakan pengalaman pribadinya ketika melaporkan sejumlah dugaan tindak pidana korupsi. Pada masa itu, ia sering kali hanya bisa mempertanyakan alasan mengapa laporannya tidak kunjung menunjukkan perkembangan. Ketika menemui jalan buntu, satu-satunya langkah hukum yang bisa ia ambil adalah mengajukan gugatan praperadilan. Hal tersebut pernah ia terapkan ketika mengawal kasus dugaan korupsi haji, di mana ia sama sekali tidak mendapatkan bocoran informasi dari dalam lembaga.

Baca Juga

Pemerintah Wacanakan Kenaikan Hak Keuangan Kepala Daerah di Tengah Maraknya OTT KPK

Pemerintah Wacanakan Kenaikan Hak Keuangan Kepala Daerah di Tengah Maraknya OTT KPK

Sistem kerahasiaan yang berlapis juga diterapkan secara ketat di antara unit kerja internal KPK. Boyamin memaparkan bahwa pada masa lalu, antarsatuan tugas (satgas) tidak saling mengetahui perkembangan perkara yang sedang ditangani oleh satgas lainnya. Sebagai gambaran, apabila sebuah satgas sedang mengusut suatu perkara khusus, satgas lain dipastikan tidak akan mengetahui detail maupun perkembangannya.

Informasi mengenai perkembangan sebuah kasus pada saat itu hanya terbatas diketahui oleh kalangan tertentu. Pihak-pihak yang memiliki akses hanyalah pimpinan, deputi, serta satgas spesifik yang menangani perkara tersebut, khususnya pada saat dilangsungkannya gelar perkara. Oleh karena itu, MAKI menegaskan bahwa keterlibatan seorang staf administrasi sekaligus ajudan pimpinan dalam membocorkan data perkara merupakan peringatan keras bagi KPK untuk segera mengevaluasi dan membenahi sistem internal mereka.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

KPKKorupsiMAKIPemalangBoyamin Saiman

Berita Terbaru Lainnya

Polisi Tangkap Pria di Makassar yang Perkosa Pacar dan Kirim Videonya ke Orang Tua KorbanGIIAS 2026 Resmi Dibuka di ICE BSD City, Bawa Optimisme Baru bagi Industri Otomotif NasionalJadwal Tayang dan Daftar Nominasi Blue Dragon Series Awards 2026Profil Kanyarat Khunmuang, Middle Blocker Andalan Thailand di SEA V Cup 2026Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia vs Timor Leste di Piala AFF 2026Pemerintah dan DPR RI Sepakat Revisi Aturan Gaji Kepala DaerahKorban Gempa Magnitudo 7,1 di Jepang Bertahan Tanpa Listrik dan Air Bersih di Tengah Cuaca PanasPresiden Prabowo Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah, Bank Indonesia, dan Himbara

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap