Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi lokasi ledakan tabung gas elpiji di Kampung Pulo Kapuk, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Minggu (30/8) siang sekitar pukul 12.30 WIB. Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung kerusakan rumah warga sekaligus menyalurkan bantuan kepada keluarga para korban.
Dalam kunjungannya, pria yang akrab disapa KDM itu memeriksa area dapur yang menjadi titik pusat ledakan dan menggali keterangan mengenai kronologi peristiwa maut tersebut dari pihak keluarga.
209 Penerbangan Batal, Begini Nasib Penumpang di Soekarno Hatta

Perwakilan keluarga korban, Kanah (36), menuturkan bahwa KDM menyerahkan bantuan untuk dua korban yang meninggal dunia, korban yang masih menjalani penanganan medis, hingga anggota keluarga yang bertugas mendampingi di rumah sakit. Selain santunan langsung, KDM berkomitmen menjamin seluruh biaya perawatan korban luka sampai tuntas jika pengobatan tersebut tidak terakomodasi oleh program Kartu Indonesia Sehat (KIS).
Peristiwa ledakan terjadi pada Jumat (28/8) sekitar pukul 04.00 WIB dan mengakibatkan enam orang menjadi korban. Dua orang di antaranya, yaitu Deni Setiawan (36) dan anak laki-lakinya, Raihan Alfarizky (7), meninggal dunia akibat luka bakar mencapai 90 persen setelah sempat memperoleh perawatan intensif di RSUD Kabupaten Bekasi.
Vonis Terbaru 2 Tentara Kasus Andrie Yunus Lebih Ringan Tuai Kritikan

Insiden bermula ketika pemilik rumah, Enah, sedang menghangatkan nasi menjelang subuh dan mencurigai adanya kebocoran pada tabung gas memasak. Enah sempat meminta bantuan menantunya untuk memeriksa dan memperbaiki tabung tersebut. Namun, sebelum sempat ditangani, ledakan keras terjadi dari dalam rumah dan melukai para penghuni.






