Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanPendidikanBusinessPopuler
Beranda/National

Kebakaran Hutan dan Lahan Berulang, Bahaya Jangka Panjang Mengintai

Ding Anyi ApuiDiterbitkan 21 Agu 2026 - 06.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kebakaran Hutan dan Lahan Berulang, Bahaya Jangka Panjang Mengintai
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Lonjakan titik panas (hotspot) kembali terpantau di sejumlah wilayah Indonesia pada Juli 2026. Di Kalimantan Barat, jumlah titik panas melonjak drastis hingga 1.897 persen dari bulan Juni menjadi 4.874 titik. Tren serupa terjadi di Papua Selatan dengan 4.220 titik panas, meningkat sebesar 457 persen. Sementara itu, Kalimantan Tengah yang sebelumnya mencatat rata-rata 200 titik panas per bulan sejak Januari 2026, kini mencatatkan lonjakan hingga 2.821 titik pada Juli 2026.

Fenomena ini memicu kabut asap yang tidak hanya mengganggu aktivitas harian, tetapi juga mempertegas ancaman terhadap keberlangsungan ekosistem dalam jangka panjang. Pakar Kehutanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Tatag Muttaqin, menjelaskan bahwa kebakaran berulang merampas kesempatan ekosistem untuk pulih secara alami. Akibatnya, struktur dan komposisi vegetasi hutan mengalami perubahan signifikan. Spesies tanaman yang sensitif terhadap api perlahan menyusut, sedangkan spesies yang lebih toleran terhadap gangguan mulai mendominasi kawasan hutan.

Baca Juga

Wamendagri Tekankan Integritas Kepala Daerah untuk Cegah Korupsi

Wamendagri Tekankan Integritas Kepala Daerah untuk Cegah Korupsi

Kerusakan yang lebih serius terjadi ketika api melanda kawasan lahan gambut. Kebakaran dapat merusak lapisan gambut sekaligus mengacaukan fungsi hidrologinya. Ketika tata air terganggu, gambut menjadi semakin kering dan jauh lebih rentan terbakar kembali di masa mendatang. Hal ini menciptakan sebuah siklus kerusakan yang terus berulang jika tidak ada perbaikan tata kelola yang tepat.

Dampak karhutla juga meluas pada kelangsungan hidup satwa liar yang kehilangan habitat serta sumber pakan. Kondisi ini memaksa satwa bermigrasi, kehilangan tempat tinggal alami mereka, hingga memicu penurunan populasi. Di tingkat global, kebakaran hutan dan gambut melepaskan emisi karbon dalam jumlah masif ke atmosfer yang berkaitan langsung dengan persoalan perubahan iklim dunia. Sementara itu, paparan kabut asap secara langsung mengancam kesehatan kelompok rentan seperti anak-anak, menimbulkan risiko tinggi bagi kehamilan, serta memperberat beban domestik kaum perempuan di wilayah-wilayah terdampak.

Baca Juga

Cerita di Balik Penemuan Sepasang Kaki Korban Mutilasi di Depok

Cerita di Balik Penemuan Sepasang Kaki Korban Mutilasi di Depok

Guna mengatasi krisis ini, Tatag Muttaqin menekankan pentingnya menggeser fokus penanganan dari sekadar memadamkan api menjadi upaya pencegahan dan pengelolaan lanskap secara menyeluruh. Hal ini meliputi penguatan pengelolaan lahan gambut agar kondisinya tetap basah, integrasi sistem peringatan dini dengan tindakan cepat di lapangan, serta penegakan hukum yang konsisten. Selaras dengan itu, perwakilan Pantau Gambut, Putra Saptian, mendesak pemerintah melalui Menteri Pertanian dan Menteri Kehutanan untuk mengevaluasi izin konversi lahan gambut yang dipegang oleh korporasi skala besar agar kerusakan lingkungan tidak terus berulang.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kabut AsapKarhutla

Berita Terbaru Lainnya

Wamendagri Tekankan Integritas Kepala Daerah untuk Cegah KorupsiCerita di Balik Penemuan Sepasang Kaki Korban Mutilasi di DepokPanduan Aturan Ganjil Genap Jakarta Saat Hari Libur Nasional 2026Kesiapan Infrastruktur Sepak Bola Nasional Menuju Turnamen DuniaProses Panjang Menjaga Kualitas Ayam Goreng agar Tetap Renyah dan KonsistenRahasia Perawatan Non-Invasif dan Gaya Hidup Sehat Yuni Shara di Usia 54 TahunKolaborasi Novo Nordisk dan AWS untuk Percepatan Penemuan Obat dan Terapi BaruBank Mandiri Dinobatkan Sebagai Penerima Bakti Koperasi Pradana Nayaka

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

RMIT Dorong Industri Game Indonesia Naik Kelas di Tengah Potensi 153 Juta Pemain

Teknologi

RMIT Dorong Industri Game Indonesia Naik Kelas di Tengah Potensi 153 Juta Pemain

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  3. 3Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanPendidikanBusiness

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap