Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Hukum

KemenHAM Jakarta Imbau Publik Hindari Isu SARA Buntut Bentrokan Maut di Menteng

Rimba NainggolanDiterbitkan 28 Jul 2026 - 14.15 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
KemenHAM Jakarta Imbau Publik Hindari Isu SARA Buntut Bentrokan Maut di Menteng
Foto/Ilustrasi: CNN Indonesia
A-A+

Peristiwa berdarah di kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, kini telah memasuki babak baru dalam proses penegakan hukum. Kepolisian Daerah Metro Jaya secara resmi telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dalam insiden tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan pihak kepolisian, rentetan kericuhan ini ternyata dipicu oleh sebuah persoalan di jalanan yang kemudian bereskalasi menjadi dua peristiwa pidana yang saling berkaitan. Penetapan ketujuh tersangka tersebut merupakan langkah aparat penegak hukum dalam mengurai tragedi yang mengganggu keamanan warga di pusat ibu kota ini.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Budi Hermanto, memberikan penjelasan terperinci mengenai kronologi kejadian. Menurut keterangannya di Jakarta, insiden pertama merupakan tindak pidana perusakan. Pemicu utamanya adalah sekelompok orang yang menggunakan kendaraan dengan suara knalpot yang bising sehingga mengusik warga sekitar. Warga yang merasa terganggu kemudian meneriaki kelompok tersebut. Tidak terima dengan teguran dari warga, kelompok itu sempat pergi namun kembali lagi ke lokasi kejadian. Sayangnya, pihak yang sebelumnya meneriaki mereka sudah tidak berada di tempat.

Sesampainya kembali di lokasi kejadian, kelompok yang tersulut emosi tersebut tidak berhasil menemukan warga yang dicari. Sebagai bentuk pelampiasan amarah, mereka kemudian melakukan tindakan perusakan terhadap sebuah gerobak makanan milik salah satu pedagang di sekitar kawasan tersebut. Tindakan perusakan gerobak inilah yang kemudian memicu reaksi dari warga setempat yang tidak terima. Situasi pun memanas hingga melahirkan peristiwa kedua, yakni kericuhan yang disertai dengan tindakan penganiayaan hingga berujung pada bentrokan maut.

Baca Juga

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Kepulauan Seribu, Getaran Terasa hingga Bogor

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Kepulauan Seribu, Getaran Terasa hingga Bogor

Merespons eskalasi kekerasan yang terjadi, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Daerah Khusus Jakarta, Mikael Azedo Harwito, segera mengeluarkan pernyataan resmi. Dalam keterangannya kepada wartawan yang dikutip oleh Detik pada Selasa (28/7), Mikael memberikan sorotan tajam terhadap insiden maut tersebut dan meminta agar masyarakat luas tidak menyeret peristiwa ini ke dalam isu-isu yang berkaitan dengan suku, agama, dan ras. Ia menekankan bahwa sentimen ras maupun suku tertentu sama sekali tidak boleh dikaitkan dengan tindak pidana tersebut.

Lebih lanjut, pimpinan wilayah Kementerian HAM Jakarta tersebut mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi. Ia mengajak publik untuk memberikan kepercayaan penuh dan menyerahkan seluruh proses hukum kepada aparat kepolisian guna mengusut tuntas peristiwa ini. Di saat yang bersamaan, ia juga menegaskan bahwa proses penegakan hukum harus dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Setiap langkah kepolisian diharapkan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip hak asasi manusia.

Baca Juga

Komisi II Pertanyakan Usul Perpanjangan Masa Jabatan Kades

Komisi II Pertanyakan Usul Perpanjangan Masa Jabatan Kades

Sebagai langkah antisipatif, pihak Kementerian HAM Jakarta saat ini terus melakukan upaya koordinasi dengan berbagai pihak di lingkungan sekitar lokasi kejadian di Menteng. Melalui koordinasi tersebut, institusi ini berupaya mendorong peningkatan kewaspadaan masyarakat sekaligus mengajak seluruh elemen untuk menghindari tindakan yang bertentangan dengan hukum dan hak asasi manusia. Mikael juga secara khusus mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh peredaran informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Penyebaran informasi yang bersifat provokatif dinilai sangat berbahaya karena berpotensi memperbesar konflik dan mengganggu keharmonisan sosial yang ada. Oleh karena itu, Mikael menaruh harapan agar seluruh elemen masyarakat dapat terus menjaga persatuan, keamanan, dan kedamaian. Ia meminta warga untuk selalu mengedepankan sikap saling menghormati serta mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif dengan sepenuhnya mempercayakan proses hukum yang sedang berjalan.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Polda Metro Jayakriminalitasbentrokan mentengKemenHAM JakartaIsu SARA

Berita Terbaru Lainnya

Ayah dan Anak Patungan Beli Mal di Singapura Rp 4,3 TriliunAlasan Penyaluran MBG ke 1.653 Sekolah Dihentikan dan Skema PengalihannyaDesil Bukan Satu-satunya Kriteria dalam Penyaluran BansosPolisi Tangkap 8 Pelaku Pencurian di Lokasi Kebakaran JayapuraBiksu Ditangkap Gegara Skandal Seks-Gelapkan Uang Kuil Rp53 MiliarSempat Tak Beroperasi Usai Gempa, KRL Kembali Buka, Kecuali Lintas TangerangBreaking! Gempa Bumi M 5,9 di Kepulauan Seribu JakartaSempat Berhenti Imbas Gempa, Perjalanan KRL Kembali Normal

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap