Operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Kalimantan telah memasuki hari ke-48 atau pekan ketujuh penanganan secara intensif di lapangan. Berdasarkan data sementara yang telah dikonfirmasi oleh pihak Kementerian Kehutanan (Kemenhut), total luas area kebakaran hutan dan lahan di Pulau Kalimantan saat ini telah mencapai puluhan ribu hektare. Ancaman kebakaran lahan tersebut juga terpantau merembet hingga ke kawasan permukiman dan fasilitas umum, seperti peristiwa kebakaran lahan di Banjarbaru yang sempat menjalar ke kawasan Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 akibat dorongan hembusan angin kencang. Beruntung, fasilitas sekolah dilaporkan tetap aman, meskipun kobaran api sempat berdampak pada jaringan internet di kawasan tersebut.
Sebagai langkah tanggap darurat guna mengendalikan penyebaran titik api di berbagai wilayah, Kemenhut mengerahkan sebanyak 12.880 personel gabungan dalam operasi pemadaman karhutla di Pulau Kalimantan. Kebijakan pengerahan personel dalam skala besar ini sejalan dengan arahan langsung Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang menekankan penguatan aspek pencegahan, kesiapsiagaan terpadu, dan respons cepat di lapangan. Secara khusus dari unsur kementerian, sebanyak 758 personel brigade Manggala Agni telah diterjunkan secara langsung ke garis depan pemadaman darat untuk mengendalikan kobaran api.
Untuk memperkuat zona-zona dengan kerentanan tinggi, Kemenhut menyiagakan sebanyak 45 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) yang didatangkan dari wilayah Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan Selatan guna memperkuat area rawan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Di samping pengerahan dari Kemenhut, penanganan kebakaran hutan dan lahan secara nasional juga didukung secara terpadu oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pihak TNI mengerahkan sebanyak 14.167 personel yang disebar untuk menangani karhutla di enam provinsi rawan bencana di Indonesia, termasuk wilayah Pulau Kalimantan dan Provinsi Riau.
Asbanda Dorong Penguatan Peran BPD sebagai Pilar Pembangunan Daerah

Selain pengerahan pasukan pemadam di darat, strategi penanggulangan karhutla turut dioptimalkan melalui jalur udara. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tercatat telah dilaksanakan sebanyak 45 kali penerbangan dengan menyemai total 45 ton bahan semai guna merangsang pertumbuhan awan hujan di atas wilayah terdampak. Sementara itu di darat, seiring berjalannya operasi yang telah memasuki pekan ketujuh, Kemenhut menerapkan manajemen operasional berupa rotasi personel berkala, pemeriksaan kesehatan rutin bagi petugas, penguatan pasokan logistik, serta pembuatan sumur bor darurat demi mempermudah pasokan air pemadaman.
Tantangan pengendalian kebakaran hutan diprediksi masih berlanjut seiring dinamika iklim regional. Fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) diperkirakan memasuki fase positif pada periode September hingga November 2026, yang berpotensi semakin mengurangi curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia. Situasi di lapangan yang ditandai dengan keberadaan 1.487 titik panas serta lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) memicu desakan dari parlemen, di mana anggota Komisi IV DPR Daniel Johan meminta pemerintah menetapkan karhutla di Kalimantan sebagai bencana nasional.
Lionsgate Lirik Charles Melton untuk Perankan Kakashi Hatake dalam Film Live-Action Naruto

Upaya penanganan karhutla dan penegakan hukum juga berjalan secara paralel di wilayah lain di Indonesia. Kemenhut saat ini tengah menyelidiki peristiwa kebakaran lahan seluas sekitar 25 hektare di kawasan Hutan Produksi wilayah KPH Lalan Mendis, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Kebakaran di lokasi tersebut yang berlangsung sejak 26 Juli 2026 telah berhasil dipadamkan secara terpadu oleh tim gabungan Manggala Agni, BNPB, TNI, Polri, KPH, dan tim perusahaan. Sementara itu, pada ranah proses hukum karhutla, terdapat dua kasus yang sedang berada dalam tahap penyidikan di Kalimantan Barat serta satu kasus yang memasuki proses P-19 di Sumatra Utara.






