Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap adanya temuan anomali dalam pengelolaan rekening virtual account milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kepala BGN Sudaryono menyatakan bahwa pihaknya menemukan ratusan rekening yang terindikasi bermasalah setelah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Atas temuan tersebut, BGN telah mengambil langkah tegas dengan mengembalikan dana ratusan miliar rupiah ke kas negara serta melaporkan dugaan penyimpangan ini kepada Kejaksaan.
Berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan oleh BGN, terdapat 414 SPPG yang masuk dalam daftar temuan anomali. Permasalahan yang ditemukan bervariasi, mulai dari kepemilikan rekening ganda untuk satu unit dapur hingga adanya rekening yang menerima transfer dana dari pusat padahal dapur tersebut belum beroperasi. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya pemantauan terhadap ribuan unit pelayanan, di mana saat ini BGN mencatat ada 27.469 dapur SPPG yang beroperasi secara aktif.
Tindak lanjut dari penyisiran rekening bermasalah tersebut berujung pada pengembalian dana ke negara. Sudaryono merinci bahwa total uang yang telah dikembalikan mencapai Rp 311.246.295.184. Pengembalian dana dalam jumlah besar ini ditarik dari lima bank penyalur yang digunakan oleh unit-unit SPPG bermasalah.
Hari Ke-9 Kebakaran TPA Galuga Bogor, Api dan Asap Tak Lagi Terlihat

Secara rinci, pengembalian dana melalui Bank BRI tercatat sebesar Rp 137,5 miliar yang ditarik dari 121 SPPG. Kemudian, melalui Bank BNI, dana yang dikembalikan bernilai Rp 74 miliar dari 117 SPPG. Selanjutnya, terdapat 129 SPPG yang dananya dikembalikan melalui Bank Mandiri dengan total mencapai Rp 71,6 miliar. BGN juga menarik dana melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) sebesar Rp 12,9 miliar dari 19 SPPG, serta melalui Bank BTN dengan nilai Rp 15,3 miliar dari 28 SPPG.
Untuk mengusut tuntas temuan ini, Sudaryono telah melaporkan anomali pengelolaan rekening SPPG tersebut kepada pihak Kejaksaan. Langkah pelaporan ini secara resmi diambil guna memastikan apakah terdapat unsur niat jahat atau tindak pidana di balik aliran dana ke rekening-rekening bermasalah tersebut. Pihak BGN menegaskan tidak akan memberikan perlakuan khusus kepada pihak mana pun dan menyerahkan sepenuhnya proses pemeriksaan kepada aparat penegak hukum di Kejaksaan.
Lebih lanjut, dari hasil evaluasi awal, Sudaryono menduga adanya keterlibatan oknum internal terdahulu di dalam BGN yang secara sengaja mengirimkan uang ke rekening SPPG anomali. Salah satu motif utama yang dicurigai dari tindakan penyimpangan tersebut adalah untuk memanipulasi data agar serapan anggaran lembaga terlihat tinggi secara administratif. Menurutnya, pengiriman dana ke banyak rekening dapat menciptakan kesan bahwa anggaran negara telah terserap secara maksimal, yang kerap dianggap sebagai indikator kinerja yang baik bagi sebuah lembaga.
Serial Widow's Bay Mendominasi Emmy Awards 2026

Selain melakukan penelusuran administratif, pengawasan langsung di lapangan juga terus ditingkatkan. Sudaryono diketahui telah melakukan inspeksi mendadak di SPPG Tegal Gundil, Bogor Utara, Jawa Barat. Inspeksi tersebut dilaksanakan pada Jumat dini hari tanggal 24 Juli 2026 guna melihat langsung kondisi dan kesiapan operasional dapur pelayanan gizi di wilayah tersebut.
Dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya, Sudaryono turut didampingi oleh Agustina Arumsari selaku Wakil Kepala BGN. Di samping fokus pada penertiban internal, BGN juga terus beradaptasi dengan dinamika hukum tata negara, termasuk merespons putusan yang dikeluarkan oleh lembaga peradilan. Terkait hal ini, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Suhartoyo memimpin lembaga yang putusannya turut menjadi perhatian BGN dalam menyelaraskan pelaksanaan program operasional pemerintah ke depannya.






