Berita Viral Terkini

Kepungan Asap Karhutla Picu Lonjakan Kasus ISPA di Banjarbaru

Rimba NainggolanPublished 26 Jul 2026 - 05.200 Reads
Bagikan WhatsAppX
Kepungan Asap Karhutla Picu Lonjakan Kasus ISPA di Banjarbaru
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Warga Kota Banjarbaru kini terpaksa harus kembali membiasakan diri mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Namun, kali ini bukan virus yang mereka hindari, melainkan partikel abu dan kabut asap pekat yang melayang bebas di udara. Sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan yang sedang berkembang, Banjarbaru kini tengah dikepung oleh dampak buruk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di berbagai wilayah sekitarnya. Penurunan kualitas udara yang terjadi secara berkala ini perlahan-lahan mulai merenggut hak warga untuk menghirup udara bersih secara bebas.

Kondisi darurat kabut asap ini dikonfirmasi langsung oleh pemerintah setempat. Akhmad Arie Wijaya Abdur, Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Pengendalian Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Banjarbaru, mengonfirmasi pada Minggu (25/7) bahwa wilayah tersebut sempat mengalami penurunan kualitas udara yang cukup signifikan akibat kepungan asap, walaupun kondisinya dilaporkan mulai berangsur normal dalam beberapa hari terakhir. Guna meminimalisir dampak buruk kesehatan yang lebih luas, Pemerintah Kota Banjarbaru telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat membatasi mobilitas di luar ruangan, memakai pelindung pernapasan, serta menjaga daya tahan tubuh mereka.

Also Read

Putri Ariani dan Pesona Kebaya Satukan Semangat Inklusi di Hari Anak Nasional

Dampak nyata dari paparan partikel debu dan asap ini terlihat jelas dari data kesehatan masyarakat yang dihimpun selama dua bulan terakhir. Sepanjang Juni dan Juli 2026, terjadi lonjakan kasus penyakit pernapasan yang cukup mengkhawatirkan di wilayah tersebut. Berdasarkan data resmi dari RSUD Idaman Banjarbaru, sepanjang bulan Juni 2026 saja, pihak rumah sakit telah menangani sebanyak 174 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) serta 115 kasus pneumonia. Angka-angka ini menunjukkan betapa rentannya tubuh manusia ketika dipaksa beradaptasi dengan udara yang tercemar.

Tren gangguan pernapasan ini sayangnya tidak langsung mereda saat memasuki bulan berikutnya. Hingga tanggal 20 Juli 2026, RSUD Idaman Banjarbaru kembali mencatat adanya 116 kasus ISPA dan 65 kasus pneumonia baru yang menimpa warga. Humas RSUD Idaman Banjarbaru, Muhammad Abrar, membenarkan bahwa cuaca kemarau kering yang ekstrem ditambah dengan paparan kabut asap menjadi faktor pemicu utama di balik melonjaknya angka kunjungan pasien pernapasan ini. Pihak rumah sakit pun gencar mengimbau masyarakat untuk memperbanyak minum air putih demi menjaga hidrasi tubuh serta selalu menggunakan masker.

Also Read

Menikmati Liburan Tropis Tengah Kota Lewat Saturday Tropical Brunch di Tangerang

Berdasarkan pemantauan Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan, konsentrasi PM 2.5 di wilayah tersebut sebenarnya rata-rata berada pada angka 18,5 碌gram/m3, yang secara umum dikategorikan dalam tingkat Baik hingga Sedang. Namun, angka rata-rata ini kerap menyamarkan kondisi riil di lapangan, karena pada jam-jam tertentu kepekatan asap bisa meningkat drastis ke tingkat yang membahayakan. Pusdalops BPBD Kalsel melaporkan bahwa titik-titik kebakaran hutan dan lahan masih terus menyebar di wilayah Hulu Sungai Selatan, Tapin, Banjar, hingga Tanah Laut. Wilayah Banjarbaru, terutama di sekitar ring satu Bandara Syamsudin Noor, menjadi salah satu area terdampak paling parah yang hingga kini masih terus ditangani oleh petugas gabungan yang berjibaku memadamkan sisa-sisa bara api.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca