Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Nasional

Komisi IX DPR Pertanyakan Data Menkes Soal 112 Juta Warga Kurang Gizi

Bambang HandayaniDiterbitkan 1 Agu 2026 - 07.39 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Komisi IX DPR Pertanyakan Data Menkes Soal 112 Juta Warga Kurang Gizi
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Charles Honoris, secara resmi mempertanyakan pernyataan yang dikeluarkan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. Pada hari Jumat (31/7), Charles menyoroti klaim yang menyebutkan bahwa terdapat sekitar 112 juta masyarakat Indonesia yang saat ini masih mengalami kondisi kekurangan gizi. Pernyataan dari Kementerian Kesehatan tersebut memicu pertanyaan mendasar terkait sumber data yang dijadikan landasan oleh pihak kementerian dalam menentukan jumlah masyarakat yang terdampak masalah gizi di tanah air. Charles menyatakan bahwa jika angka 112 juta tersebut didasarkan pada data Survei Sosial Ekonomi Nasional atau Susenas, maka hal itu perlu ditelaah kembali keakuratannya.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi

Lebih lanjut, Charles menegaskan bahwa Kementerian Kesehatan perlu memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik. Penjelasan tersebut harus mencakup indikator serta metodologi spesifik yang digunakan oleh kementerian untuk dapat menghasilkan kesimpulan mengenai seratusan juta warga yang diklaim kurang gizi tersebut. Menurut perwakilan dari Komisi IX DPR RI ini, kebijakan publik yang menyangkut hajat hidup orang banyak mutlak harus dibangun di atas indikator yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan. Tanpa adanya kejelasan mengenai metodologi, evaluasi terhadap kebijakan perbaikan gizi nasional akan menjadi sulit dilakukan secara terukur dan objektif.

Charles menyoroti penggunaan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) sebagai basis penentuan status gizi. Ia mengingatkan bahwa Susenas pada dasarnya merupakan survei sosial ekonomi rumah tangga. Survei tersebut sama sekali bukan instrumen yang dirancang untuk mengukur status gizi penduduk secara langsung. Sebagai perbandingan, Indonesia sebenarnya telah memiliki instrumen pengukur yang secara khusus digunakan untuk memantau status gizi masyarakat. Instrumen yang dimaksud adalah Survei Kesehatan Indonesia (SKI) dan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI). Kedua survei kesehatan ini selama ini telah digunakan sebagai acuan utama oleh Kementerian Kesehatan dalam berbagai programnya.

Baca Juga

Kunjungi IKN, Rahayu Saraswati Takjub Air Keran Bisa Langsung Diminum

Kunjungi IKN, Rahayu Saraswati Takjub Air Keran Bisa Langsung Diminum

Oleh karena itu, Charles menekankan bahwa apabila pemerintah ingin menyusun maupun mengevaluasi kebijakan perbaikan gizi skala nasional, rujukan utamanya seharusnya menggunakan indikator yang berasal dari Survei Kesehatan Indonesia dan Survei Status Gizi Indonesia. Ia menolak penggunaan indikator yang tidak secara langsung mengukur status gizi masyarakat di lapangan. Indikator status gizi yang valid dan seharusnya digunakan meliputi data penurunan angka stunting atau tengkes, wasting, underweight, anemia, maupun berbagai indikator spesifik lain yang selama ini diukur melalui SKI dan SSGI.

Pemilihan indikator yang tepat ini juga dinilai sangat krusial untuk memperjelas tujuan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah. Charles menjelaskan, bila tujuan utama dari program MBG adalah untuk memperbaiki status gizi masyarakat, maka ukuran keberhasilannya harus mutlak menggunakan indikator status gizi yang valid dari survei kesehatan resmi. Ia mengingatkan bahwa program sebesar dan seluas ini tidak bisa dievaluasi hanya berdasarkan asumsi semata atau menggunakan indikator yang tidak secara langsung mengukur status gizi target sasarannya.

Sebaliknya, Charles menambahkan bahwa jika pemerintah memang memiliki niat untuk menjalankan program pemberian makan bagi seluruh anak sekolah secara universal, hal tersebut harus dikomunikasikan dengan transparan. Pemerintah harus menyampaikan kepada publik bahwa tujuan utamanya adalah semata-mata memberi makanan kepada seluruh anak, bukan berfokus pada perbaikan status gizi. Ia menegaskan bahwa publik berhak mengetahui secara jelas apa yang sebenarnya menjadi tujuan dari Program MBG. Ia juga mengingatkan agar jangan sampai tujuan program tersebut terus bergeser mengikuti narasi yang dapat berubah-ubah di kemudian hari.

Baca Juga

Badan Gizi Nasional Bongkar Praktik Jual Beli Lokasi Dapur Program Makan Bergizi Gratis

Badan Gizi Nasional Bongkar Praktik Jual Beli Lokasi Dapur Program Makan Bergizi Gratis

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah mengungkapkan bahwa sekitar 112 juta masyarakat Indonesia masih mengalami kekurangan gizi. Budi menjelaskan bahwa angka masif tersebut berasal dari empat desil terbawah berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2024. Menurut penjelasan Menteri Kesehatan, setiap desil dalam data Susenas tersebut mewakili sekitar 28 juta penduduk Indonesia. Dengan kalkulasi tersebut, penggabungan empat desil terbawah mencakup sekitar 112 juta masyarakat yang kemudian ditetapkan sebagai sasaran utama dalam intervensi gizi oleh pemerintah.

Sebagai tindak lanjut dari temuan data Susenas 2024 tersebut, pemerintah telah menyiapkan langkah strategis di lapangan. Pemerintah berencana untuk mulai membuka sekitar 13 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Fasilitas ini juga dikenal sebagai dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini sudah ada dan akan dioperasikan secara bertahap. Dalam pelaksanaan pembukaan layanan pemenuhan gizi ini, pemerintah menegaskan akan memprioritaskan wilayah-wilayah di Indonesia yang masih memiliki angka stunting tinggi guna mempercepat penanganan masalah gizi masyarakat.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

dpr riKementerian KesehatanBudi Gunadi SadikinCharles HonorisGizi BurukSusenas

Berita Terbaru Lainnya

Rencana Eksplorasi Migas SAKA di Blok Pekawai Kalimantan TimurPerkembangan QRIS Antarnegara dan Fakta Menarik Transaksi Digital hingga Triwulan I 2026Gempa Dangkal Magnitudo 4,7 Guncang Kawasan Campi Flegrei di NapoliGelombang Migran Masuk Ceuta, 57 Orang Tewas dan Puluhan Ribu Dipulangkan ke MarokoKunjungi IKN, Rahayu Saraswati Takjub Air Keran Bisa Langsung DiminumPemasangan Pagar Tinggi di Sejumlah Mal Jakarta dan Surabaya Menjelang Agustus Jadi SorotanDTKJ Nilai Tarif Baru Transbandara Rute Blok M-Soekarno-Hatta Rp 15.000 Sangat WajarRumah Kontrakan Anggota Polri di Karawang Dirusak Sekelompok Orang Bersenjata Tajam

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap