Masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di wilayah Ruteng dan sekitarnya, mulai menerima pasokan bantuan logistik kemanusiaan pascabencana yang melanda kawasan tersebut.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan guna meringankan beban warga menyusul guncangan gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang melanda Pulau Flores pada 15 Agustus lalu. Hingga kini, rangkaian gempa susulan dilaporkan masih terus berlangsung di sejumlah titik terdampak.
Bantuan logistik disalurkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Life, didukung oleh donasi dari para pekerja dan manajemen perusahaan. Dalam pelaksanaannya di lapangan, pengadaan serta distribusi bantuan digerakkan bersama oleh kolaborasi Tim Relawan BRI Life dan Relawan Bank BRI.
Pramono Terbitkan Pergub Penyesuaian Tarif Layanan Kesehatan Jakarta

Corporate Secretary BRI Life Ade Nasution menyampaikan bahwa penyaluran logistik ini merupakan wujud empati dan kepedulian perusahaan terhadap warga yang tengah menghadapi dampak bencana. Bantuan yang didistribusikan menyasar beberapa wilayah terdampak di Kabupaten Manggarai, termasuk Desa Beokina dan Desa Dimpong.
Adapun logistik yang disalurkan ke lokasi bencana mencakup 20 ton beras, 2.000 selimut, 1.000 liter minyak goreng, 1.000 kilogram gula pasir, 1.000 tray telur, hingga 1.000 dus mi instan untuk memenuhi kebutuhan mendesak para pengungsi dan warga.
Tak Cuma Megathrust, Pakar Ingatkan Petaka Gempa Intra-Slab Ancam Jawa

Selain pasokan pangan dan perlengkapan dasar, penanganan pascagempa di NTT juga melibatkan dukungan medis dan pemulihan aktivitas masyarakat. Tim Relawan Kesehatan dari Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh turut dikerahkan untuk menjalankan misi kemanusiaan bagi para korban di NTT.
Sementara itu, di sektor pendidikan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu鈥檛i melaporkan bahwa sebanyak 1.931 sekolah di NTT telah kembali melaksanakan kegiatan pembelajaran pascagempa. Proses belajar mengajar tersebut berjalan secara bertahap melalui pemanfaatan sekolah darurat, pembelajaran jarak jauh (PJJ), maupun pertemuan tatap muka.






