Operasi SAR pencarian korban kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 memasuki hari ketiga pada Selasa (15/9). Untuk memaksimalkan operasi pencarian bawah air yang sempat terkendala faktor cuaca, KRI Canopus diterjunkan langsung ke lokasi kejadian di perairan Laut Jawa.
KRI Canopus dijadwalkan tiba di lokasi operasi pada Selasa pagi guna mendukung pelacakan bawah laut menggunakan teknologi canggih yang tersedia di kapal tersebut. Sejumlah perangkat yang diandalkan meliputi multibeam echo sounder, remotely operated vehicle (ROV), serta teknologi drone bawah air.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii menjelaskan bahwa tim penyelam gabungan dari Kopaska TNI AL, penyelam khusus TNI AL, dan personel Basarnas sebenarnya telah disiapkan sejak hari kedua. Namun, kondisi cuaca buruk di lokasi kecelakaan belum memungkinkan tim penyelam untuk langsung diterjunkan ke bawah laut, sehingga dukungan instrumen pendeteksi dari KRI Canopus menjadi tumpuan utama.
Bupati Bogor, Masih Ada Potensi Titik Panas di Bawah Tumpukan Sampah TPA Galuga

Hingga Senin (14/9) pukul 22.00 Wita, data Basarnas mencatat sebanyak 114 korban telah berhasil ditemukan, dengan rincian 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia. Dengan total muatan kapal sebanyak 243 orang, saat ini masih ada 129 penumpang yang dinyatakan hilang dan dalam pencarian tim SAR gabungan.
Dari total 114 korban yang ditemukan tersebut, sebanyak 86 orang sudah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, yang terdiri dari 85 korban selamat dan satu korban meninggal dunia. Satu korban selamat lainnya dievakuasi menggunakan helikopter Basarnas ke Lanud Syamsudin Noor Banjarbaru, bersama satu jenazah korban meninggal yang telah diserahkan ke Tim DVI Mabes Polri untuk proses identifikasi medis lanjutan.
Ramai Narasi Rute KM Virgo Berputar-putar Sebelum Tenggelam, KNKT Buka Suara

Adapun sebanyak 26 korban lainnya, terdiri atas 22 korban selamat dan empat korban meninggal dunia, masih berada dalam proses perjalanan evakuasi dari perairan menuju Pelabuhan Trisakti.
KM Virgo Transport 8 yang mengangkut 243 orang dilaporkan hilang kontak di sekitar perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita. Kapal penumpang ini sebelumnya bertolak dan berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9).






