Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menanggapi ramainya narasi di media sosial mengenai rute KMP Virgo Transport 8 yang disebut sempat berputar-putar di perairan Laut Jawa sebelum akhirnya tenggelam. KNKT menegaskan bahwa klaim pergerakan kapal tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya karena proses investigasi teknis masih berjalan.
Sebelumnya, beredar ilustrasi pelayaran di media sosial yang menggambarkan kapal penumpang tersebut berlayar lurus dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Banjarmasin. Namun, setelah menempuh jarak lebih dari 200 kilometer, visualisasi tersebut memperlihatkan kapal berbelok ke arah kiri berkali-kali hingga membentuk pola lingkaran dengan diameter yang terus mengecil sebelum akhirnya berhenti dan karam.
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan bahwa tim investigasi saat ini masih berada di tahap awal pengumpulan fakta dan belum menarik kesimpulan apa pun terkait dinamika pelayaran kapal.
Pertamina Minta Maaf soal Antrean Panjang di SPBU Makassar

"Tim KNKT baru dalam fase pengumpulan data lapangan dan interview, belum melakukan analisis," kata Soerjanto, Selasa (15/9/2026).
Soerjanto menegaskan, spekulasi mengenai manuver memutar ke kiri itu belum bisa dikonfirmasi oleh pihak berwenang. Menurutnya, data rekaman dari Automatic Identification System (AIS) milik KMP Virgo Transport 8 saat ini masih belum selesai diproses oleh tim pemeriksa.
Api Masih Muncul, Kotim Kalteng Perpanjang Status Darurat Karhutla

KMP Virgo Transport 8 dilaporkan terbalik dan tenggelam setelah dihantam cuaca buruk dalam perjalanannya dari Surabaya menuju Banjarmasin. Berdasarkan data manifes resmi Kementerian Perhubungan (Kemenhub), kapal nahas tersebut membawa total 243 orang serta 89 unit muatan kendaraan. Rincian penumpang dan awak terdiri atas 30 kru, 27 mitra kerja kapal, 59 penumpang dewasa, 1 anak-anak, serta 126 pengemudi dan kernet.
Hingga saat ini, data gabungan dari Basarnas dan Kemenhub mencatat sebanyak 114 korban telah berhasil dievakuasi. Sementara itu, enam orang penumpang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan 129 orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.






