Berita Viral Terkini

Langkah Raksasa PGE Mengejar Target Pemimpin Panas Bumi Global

Wahyu SuryaniPublished 26 Jul 2026 - 11.530 Reads
Bagikan WhatsAppX
Langkah Raksasa PGE Mengejar Target Pemimpin Panas Bumi Global
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Indonesia berdiri di atas jalur cincin api pasifik yang menyimpan potensi energi panas bumi luar biasa besar. Kekayaan alam tersembunyi di bawah tanah ini kini menjadi senjata utama bagi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) untuk memimpin peta energi hijau global. Perusahaan pelat merah ini tidak main-main dalam merancang masa depannya. Mereka bertekad mengubah uap panas dari perut bumi Nusantara menjadi pasokan listrik raksasa, sekaligus memantapkan posisi sebagai produsen panas bumi dengan kapasitas terpasang terbesar di seluruh dunia.

Visi besar untuk menguasai panggung energi terbarukan ini ditegaskan oleh Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE, Edwil Suzandi. Dalam penjelasannya pada acara Energy Corner CNBC Indonesia pada Jumat, 24 Juli 2026, Edwil memaparkan bahwa target jangka panjang perusahaan adalah mencapai kapasitas pembangkit hingga 3 gigawatt (GW). Menurutnya, ambisi ini bukan sekadar mimpi di atas kertas, melainkan sebuah cetak biru strategis untuk menjadikan PGE sebagai entitas dengan kapasitas terpasang nomor satu secara global.

Saat ini, fondasi kokoh telah diletakkan melalui kapasitas terpasang aktif sebesar 727 megawatt (MW) yang sudah dioperasikan secara mandiri oleh PGE. Untuk melompat jauh menuju target ambisius 3 GW tersebut, perseroan tengah mematangkan berbagai proyek baru yang siap memasuki tahap pengembangan. Salah satu langkah taktis yang sedang berjalan adalah pembahasan intensif dengan PT PLN (Persero). Kemitraan ini diproyeksikan segera mencapai kesepakatan final dalam waktu dekat guna menambah kapasitas sekitar 45 MW yang ditargetkan beroperasi komersial sebelum tahun 2029.

Also Read

IHSG Jatuh ke Level 6.204 Setelah Ditekan Aksi Jual Investor Asing

Langkah ekspansi PGE juga terlihat nyata dari pengerjaan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 yang dirancang memiliki kapasitas sebesar 55 MW. Begitu fase ini rampung, perusahaan akan langsung tancap gas melanjutkan pengembangan ke tahap berikutnya, yaitu Lumut Balai Unit 4. Tidak hanya itu, sinergi BUMN antara PGE dan PLN juga diwujudkan melalui persiapan pembangunan PLTP Hulu Lais Unit 1 dan Unit 2. Kedua unit pembangkit ini masing-masing memiliki kapasitas 55 MW, sehingga total kontribusi dari wilayah kerja Hulu Lais akan mencapai 110 MW.

Tantangan dalam mengembangkan energi panas bumi memang tidak mudah, mengingat tingginya biaya investasi awal dan risiko eksplorasi di hulu. Namun, langkah aktif PGE dalam menggandeng mitra strategis seperti PLN menunjukkan adanya pembagian risiko dan kolaborasi yang solid demi ketahanan energi nasional. Keberhasilan proyek-proyek ini nantinya akan memperkuat portofolio energi bersih Indonesia di mata investor global, sekaligus membuktikan bahwa transisi energi dari bahan bakar fosil menuju energi terbarukan dapat dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan.

Also Read

Sektor Ekonomi Digital Menyumbang Pajak Rp54,71 Triliun hingga Juni 2026

Melalui deretan proyek strategis yang tersebar di berbagai wilayah, PGE berupaya membuktikan bahwa energi bersih bukan lagi sekadar alternatif masa depan, melainkan kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi saat ini. Edwil menegaskan bahwa seluruh proyek yang sedang digarap ini merupakan wujud komitmen nyata dari Pertamina untuk mendukung ketersediaan energi hijau di tanah air. Dengan memaksimalkan potensi panas bumi yang melimpah, Indonesia tidak hanya berupaya mengurangi emisi karbon secara signifikan, tetapi juga bersiap memimpin revolusi energi hijau dunia langsung dari bawah kaki kita sendiri.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca