Penyaluran dana bantuan Presiden untuk penanganan dampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bergulir. Dari alokasi Rp40 miliar yang ditujukan bagi Pemerintah Provinsi NTT, hampir 50 persen telah terealisasi dan disalurkan melalui sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Dukungan dana dari Presiden Prabowo untuk percepatan penanganan pascagempa di NTT secara keseluruhan mencapai Rp200 miliar. Jumlah tersebut mencakup dana Rp40 miliar untuk Pemprov NTT serta alokasi masing-masing Rp20 miliar untuk delapan kabupaten terdampak. Bantuan yang didistribusikan ke lapangan meliputi dukungan dana operasional maupun pemenuhan logistik dasar warga, seperti bahan makanan, terpal, matras, dan selimut.
KPK Buru Keterangan Stafsus Menhut soal Pengembalian Amplop Bupati Kuansing

Memasuki fase peralihan dari tanggap darurat menuju pemulihan dan pembangunan kembali hunian di wilayah Manggarai dan sekitarnya, pemerintah menyiapkan skema stimulan rumah rusak. Bantuan senilai Rp15 juta dialokasikan untuk unit dengan tingkat kerusakan ringan, sementara rumah rusak sedang memperoleh Rp30 juta. Adapun rumah kategori rusak berat akan dibangun kembali langsung oleh BNPB, yang sejauh ini telah memverifikasi sebanyak 51.591 unit rumah terdampak di NTT.
Kortas Tipidkor Ungkap Hasil Monitoring Program Kopdes Merah Putih

Hingga kini, pemerintah telah menyalurkan total 2.165 ton logistik ke berbagai titik terdampak. Selain logistik fisik, pemulihan nonfisik juga dijalankan melalui pengerahan 160 Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Batch 2 dari Kementerian Kesehatan yang difokuskan pada penanganan kesehatan mental dan psikososial para penyintas di Flores.






