Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merencanakan alokasi dana hampir Rp100 miliar untuk membentuk program beasiswa LPDP Jakarta. Anggaran yang tercatat sekitar Rp99,9 miliar dalam rancangan APBD tersebut disiapkan untuk mendanai studi magister (S2) dan doktor (S3) di luar negeri mulai tahun 2027. Rencana ini memicu diskusi terkait skala prioritas anggaran pendidikan di Jakarta, terutama jika dibandingkan dengan efektivitas program yang sudah berjalan seperti Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).
Pada rancangan awalnya, LPDP Jakarta menargetkan 100 penerima yang terdiri atas 70 mahasiswa S2 dan 30 mahasiswa S3. Namun, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengklarifikasi bahwa target kuota penerima berada di kisaran 50 hingga 75 orang. Berdasarkan pembahasan bersama LPDP Pusat, estimasi biaya pendidikan untuk satu orang mencapai sekitar Rp2 miliar. Program yang dikoordinasikan oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, ini tengah menjajaki negara tujuan studi seperti Amerika Serikat, Australia, Belanda, Inggris, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Prancis, Singapura, Tiongkok, dan Rusia.








