Klaim yang menyebut wilayah Indonesia, khususnya Pulau Jawa atau Jakarta, bakal diguncang gempa dahsyat bermagnitudo 7,0 atau lebih sebelum akhir 2026 dipastikan keliru dan menyesatkan. Narasi yang beredar luas di media sosial tersebut tidak memiliki dasar ilmiah yang sahih.
Isu ini mulanya menyebar lewat unggahan video YouTube milik Frankie MacDonald, seorang kreator konten sekaligus pengamat cuaca amatir asal Nova Scotia, Kanada. Dalam videonya, ia mengklaim gempa berkekuatan M 7,0 hingga M 9,1 akan melanda wilayah Jawa atau Jakarta sebelum tahun 2026 berakhir. Narasi tersebut kemudian dibagikan ulang oleh sejumlah akun Facebook, di antaranya Vandygumara Mboge, Firman Fadilah, Rizal Sihotang, dan Ade Abdullah.
Sosok pembuat ramalan itu diketahui tidak memiliki latar belakang pendidikan formal di bidang geologi, seismologi, maupun meteorologi.
Dapur Umum Ini Targetkan 21.000 Porsi bagi Warga Terdampak Gempa Flores

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara tegas membantah ramalan tersebut. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada teknologi di dunia yang mampu memprediksi waktu, lokasi, dan kekuatan kejadian gempa bumi secara presisi.
Wijayanto menjelaskan bahwa wilayah Indonesia memang berada di kawasan rawan bencana gempa karena dipengaruhi oleh sumber gempa megathrust serta sesar aktif di daratan. Secara statistik, gempa bumi dengan kekuatan di atas magnitudo 7,0 dapat terjadi hingga dua kali dalam setahun di Indonesia. Oleh karena itu, jika ada prediksi atau ramalan yang kebetulan mendekati kenyataan, hal tersebut hanyalah kebetulan semata dan bukan hasil kajian ilmiah.
Pemuda di Semarang Ditangkap Gara-gara Bawa Kabur-Cabuli Bocah SD di Rental PS

BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu dan ramalan gempa yang disebarkan pihak tidak bertanggung jawab. Seluruh informasi resmi mengenai gempa bumi dan peringatan dini tsunami di Indonesia hanya dikeluarkan oleh BMKG melalui situs bmkg.go.id, aplikasi infoBMKG, serta kanal media sosial @infoBMKG.






