PT NexAl Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) bersiap menghimpun dana segar senilai Rp 2,54 triliun melalui skema penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Langkah korporasi ini disiapkan guna mendanai ekspansi penyediaan infrastruktur pusat data kecerdasan buatan (AI data center).
Dalam prospektus aksi korporasi tersebut, NexAl akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 285.732.512 saham biasa baru dengan harga pelaksanaan Rp 8.880 per saham. Rasio yang ditetapkan perseroan adalah 15 HMETD untuk setiap 100 saham lama. Pemegang saham yang memilih tidak mengeksekusi haknya dalam aksi korporasi ini berpotensi menghadapi dilusi kepemilikan hingga maksimal 13,04 persen.
PT Nextier Datamate Center (NDC) selaku pemegang saham utama perseroan telah menyatakan komitmen untuk menyerap seluruh hak yang dimilikinya. Total nilai pelaksanaan HMETD oleh NDC tercatat mencapai Rp 1,65 triliun.
Rusia Mau Bangun Pabrik Alumina di Kalimantan, Izin Hampir Final

Rencana Alokasi dan Ekspansi 102 MW
Sebagian besar dana yang dihimpun dari pasar modal akan dialirkan sebagai suntikan modal bagi dua anak usaha perseroan, yakni PT Nextier Askara Center (NAC) dan PT Nextier GenAi Center (NGC). Kedua anak usaha tersebut tengah mengembangkan AI data center dengan total kapasitas gabungan mencapai 102 Megawatt (MW).
Saat ini, NAC telah mengoperasikan data center berkapasitas 6 MW dan sedang memperluas fasilitas tersebut dengan tambahan kapasitas 36 MW di kawasan Jababeka, Jawa Barat. Sementara itu, NGC tengah menggarap pembangunan AI Data Center berkapasitas 60 MW yang berlokasi di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah.
"Dana yang kami himpun melalui rights issue ini akan langsung mendukung pembangunan AI data center yang dirancang untuk standar tier III. Data center kami dirancang untuk mendukung kebutuhan hosting chip AI dengan teknologi terbaru yang tersedia di industri saat ini," jelas Presiden Direktur NexAl Ahmad Zulfikar.
Pertamina Targetkan Semua Bensin Berbasis Etanol 2 Tahun Lagi

Selain dialokasikan untuk pembangunan fisik infrastruktur data center, dana rights issue tersebut juga akan digunakan untuk mengambil alih piutang NDC dari NAC dan NGC demi menyehatkan serta memperkuat struktur modal usaha perseroan.
Berdasarkan jadwal indikatif yang telah dirilis, tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak memperoleh HMETD jatuh pada 3 November 2026. Selanjutnya, periode pelaksanaan HMETD diagendakan berlangsung selama sepuluh hari kerja bursa pada 5 hingga 18 November 2026.






