FLORES — Operasional dapur umum disiagakan untuk melayani kebutuhan pangan warga terdampak bencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur. Penyediaan logistik pangan ini dijalankan melalui kolaborasi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan PT Ajinomoto Indonesia guna mendukung masa tanggap darurat hingga pemulihan warga.
Layanan dapur umum dipusatkan di dua lokasi terdampak, yakni Posko Pondok Pesantren Pancasila di Mata Air, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai (wilayah Reo), serta Posko Desa Nanga Mbaling di Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur (wilayah Pota). Dapur umum ini disiapkan untuk menyalurkan ribuan porsi makanan siap saji bagi masyarakat sekitar. Dalam pelaksanaannya, Baznas (Bazis) DKI Jakarta turut melibatkan Chef Nusantara dan King Abdi untuk membantu proses pengolahan dan penyiapan makanan.
Kasus Virus West Nile di Belanda Meningkat, 18 Orang Terinfeksi dan 3 Meninggal Dunia

Penyerahan dukungan dari PT Ajinomoto Indonesia dilakukan langsung oleh Regional Sales Manager PT Ajinomoto Sales Indonesia, Budi Santoso, kepada tim Baznas di lapangan. Bantuan yang disalurkan meliputi bahan penyedap seperti Masako®, SAORI®, dan AJI-NO-MOTO® MSG untuk menunjang kegiatan memasak skala besar di posko.
Head of Corporate Communications PT Ajinomoto Indonesia, Grant Senjaya, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan wujud kepedulian untuk mendampingi warga yang tengah menghadapi situasi darurat. Pimpinan Baznas RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, turut mengapresiasi sinergi ini dalam mempercepat distribusi bantuan ke kantong-kantong pengungsian.
Melawan Saat Ditangkap, Maling Motor Kawakan di Tangerang Dilumpuhkan Polisi

Selain layanan makanan siap santap, rangkaian bantuan logistik yang didistribusikan ke lokasi mencakup 20 ton beras, 2.000 selimut, 1.000 liter minyak goreng, 1.000 kilogram gula pasir, 1.000 tray telur, dan 1.000 dus mi instan. Di samping itu, skema bantuan perbaikan tempat tinggal turut disiapkan sebesar Rp15 juta bagi rumah dengan kategori rusak ringan dan Rp30 juta untuk kategori rusak sedang.






