Raksasa produsen aluminium asal Rusia, UC Rusal, berencana menggarap proyek hilirisasi komoditas bauksit menjadi alumina di Indonesia. Dalam rencana investasinya, perusahaan tersebut akan membangun fasilitas pabrik pengolahan di wilayah Kalimantan.
Kemitraan Lokal dan Tahap Perizinan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa tahapan proses perizinan untuk proyek pengolahan alumina milik UC Rusal saat ini sudah berada pada posisi hampir final. Dalam merealisasikan pembangunan fasilitas pengolahan ini, Rusal dipastikan tidak beroperasi sendirian melainkan berkolaborasi serta bermitra langsung dengan pelaku usaha di dalam negeri.
Kendati proses perizinan telah mendekati rampung dan kesepakatan kemitraan dirancang bersama entitas domestik, Bahlil masih belum membeberkan secara terbuka mengenai identitas maupun nama pengusaha lokal yang menjadi mitra UC Rusal dalam proyek hilirisasi mineral tersebut.
Pertamina Targetkan Semua Bensin Berbasis Etanol 2 Tahun Lagi

Kerja Sama Strategis Indonesia dan Rusia
Rencana pembangunan pabrik pengolahan bauksit oleh UC Rusal di Indonesia sebelumnya sudah sempat diutarakan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Hal tersebut diungkapkan Prabowo ketika menghadiri forum Eastern Economic Forum yang diselenggarakan di Vladivostok, Rusia.
Dalam forum ekonomi tersebut, Prabowo menyatakan bahwa pemerintah Indonesia menjalin kerja sama strategis dengan Rusal, yang disebutnya sebagai perusahaan aluminium terbesar di dunia saat ini.
Nikmati Keringanan PBB-P2 Sebesar 5%, Pembayaran Kini Bisa Dilakukan via Kanal Digital

Selain proyek pengolahan bauksit menjadi alumina di Kalimantan, kemitraan industri bilateral antara Indonesia dan Rusia juga terjalin pada sektor lain. Pada forum yang sama, sebuah nota kesepahaman (MoU) telah ditandatangani antara salah satu perusahaan pupuk asal Indonesia dan kelompok usaha besar asal Rusia.
MoU tersebut menyepakati investasi bersama dalam penggarapan proyek fasilitas produksi pupuk berbasis bahan baku gas di wilayah Timur Jauh Rusia. Terkait nota kesepahaman ini, Prabowo belum menjelaskan rincian teknis proyek maupun daftar nama perusahaan yang terlibat dalam kerja sama produksi pupuk tersebut.






