Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan penurunan angka kasus stunting di wilayah Jakarta hingga mencapai 14 persen dalam kurun waktu dua tahun ke depan. Penetapan target ini menjadi fokus perhatian pemerintah daerah, mengingat prevalensi stunting di Jakarta saat ini masih berada di kisaran 17 persen.
Untuk mencapai sasaran tersebut, Pramono Anung telah menginstruksikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta agar secara intensif mendorong penurunan angka stunting dalam dua tahun mendatang. Koordinasi dan akselerasi program kesehatan di tingkat daerah disiapkan guna memastikan laju penurunan stunting dapat berjalan optimal sesuai target yang ditentukan.
Peran Kader Posyandu dan Tracing Kasus TBC
Dalam rangka mengoptimalkan langkah penanganan di tataran masyarakat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar agenda pertemuan bersama para kader posyandu. Keberadaan para kader posyandu dinilai sangat krusial mengingat peran langsung mereka yang setiap hari bertugas melayani masyarakat di lapangan.
Sempat Batal, Peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai Ditargetkan September 2026

Selain menggarap program penurunan angka stunting, perhatian utama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di sektor kesehatan juga ditujukan pada penanganan penyakit tuberkulosis (TBC). Pramono menekankan pentingnya pelaksanaan penelusuran atau tracing kasus TBC secara berkala agar deteksi dan tindakan penanganan dapat dilakukan secara menyeluruh dan tepat waktu.
IPM Tertinggi dan Standar Kota Dunia
Pada aspek kualitas pembangunan secara umum, Pramono menyebut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jakarta saat ini telah menyentuh angka 85,05. Raihan indeks tersebut merupakan yang tertinggi di antara seluruh provinsi yang ada di Indonesia.
Polisi Ungkap Identitas 2 Pelaku Penembakan Tiga ASN Asal NTT di Papua

Meski berhasil menorehkan capaian IPM tertinggi di tingkat nasional, Pramono mendorong jajaran pemerintah daerah dan masyarakat Jakarta untuk tidak cepat berpuas diri. Ia mengajak agar Jakarta mulai menjadikan berbagai kota di tingkat dunia sebagai pembanding guna terus memacu peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.






