Tim gabungan mendeteksi sejumlah kepulan asap dan titik api baru kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan deliniasi Ibu Kota Nusantara (IKN), Kamis (10/9). Temuan tersebut diperoleh saat tim lintas instansi menggelar patroli udara terpadu untuk memetakan potensi kerawanan kebakaran di wilayah penyangga dan inti ibu kota negara baru tersebut.
Operasi pemantauan udara ini melibatkan koordinasi antara Otorita IKN, Polda Kalimantan Timur, TNI Angkatan Udara, Kodam VI/Mulawarman, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Badan Intelijen Negara (BIN). Pemantauan dilakukan menggunakan helikopter Caracal H225M milik Skuadron 8 Pangkalan Udara Atang Sandjaja Bogor, yang disiagakan untuk operasi pengeboman air (water bombing).
Sebaran Asap dan Titik Api Baru
Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Tedy Sopandi menjelaskan, jalur patroli udara menyisir beberapa sektor strategis, meliputi Kilometer 31 Jalan Soekarno-Hatta, kawasan Wonotirto, Muara Jawa, hingga area Bukit Tengkorak di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto.
9.185 Rumah Rusak Akibat Gempa di Sikka, Pemkab Verifikasi Data

Dari pantauan visual di udara, kepulan asap baru terlihat di kawasan Wonotirto dan Muara Jawa, termasuk di sekitar area perkebunan kelapa sawit. Kondisi serupa juga teramati di kawasan Bukit Tengkorak, lokasi yang pada pemantauan sehari sebelumnya tercatat bersih dari asap. Selain asap, petugas turut memetakan titik api aktif pada bidang lahan yang telah dibuka atau ditebang.
552 Hektare Lahan Terdampak Sejak Awal September
Berdasarkan data Kedeputian Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, satelit mendeteksi sebanyak 275 titik panas (hotspot) di wilayah deliniasi IKN sepanjang 1 hingga 9 September 2026. Dari total tersebut, 9 titik tergolong tingkat kepercayaan rendah, 262 berada pada tingkat sedang, dan 4 titik terpantau pada tingkat kepercayaan tinggi.
Warga Palestina di Bali Ditangkap Imigrasi akibat Promosi Wisata Ilegal

Akumulasi titik panas tersebut memicu 93 kejadian karhutla dengan estimasi luas area terbakar mencapai 552,24 hektare. Lokasi terdampak kebakaran antara lain berada di Kilometer 31 Jalan Soekarno-Hatta, Bukit Merdeka, Bukit Tengkorak, dan Sukaraja.
Upaya pemadaman darat dan udara terus diperkuat guna menahan laju penyebaran api. Sebelum pemantauan ini dilakukan, koordinasi Satgas Karhutla Penajam Paser Utara (PPU) bersama tim gabungan berhasil mengendalikan kebakaran lahan seluas 31,66 hektare di kawasan Pondok Belanda setelah penanganan maraton selama tiga hari berturut-turut.






