Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengusulkan operasi modifikasi cuaca kepada pemerintah pusat untuk membantu mempercepat proses pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Bogor, Jawa Barat. Opsi menurunkan hujan buatan tersebut disiapkan apabila hujan alami tidak kunjung turun di kawasan terdampak.
Penanganan kobaran api di TPAS Galuga dijalankan secara terpadu dengan melibatkan Pemerintah Kota Bogor, Pemerintah Kabupaten Bogor, TNI, Polri, dan unsur terkait lainnya. Dedie bersama Bupati Bogor Rudy Susmanto memantau langsung jalannya penanganan di lokasi hingga dini hari.
9.185 Rumah Rusak Akibat Gempa di Sikka, Pemkab Verifikasi Data

Dalam upaya pemadaman, pihak berwenang menerapkan metode gabungan. Selain pengerahan alat-alat berat dan penyemprotan air di darat, koordinasi juga dijalin dengan Pangkalan Udara (Lanud) Atang Sanjaya agar water bombing oleh TNI AU terus dilakukan dari udara.
Karakteristik kebakaran sampah menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Titik api di TPAS Galuga kerap tidak tampak di permukaan layaknya api dalam sekam, namun langsung terlihat menyala saat timbunan sampah dibongkar menggunakan alat berat. Oleh sebab itu, petugas harus mengurai setiap gundukan sampah, menyemprotnya, dan melakukan proses pendinginan untuk mematikan bara di bagian dalam.
Warga Palestina di Bali Ditangkap Imigrasi akibat Promosi Wisata Ilegal

Bupati Bogor Rudy Susmanto mencatat bahwa total area yang terdampak kebakaran saat ini telah meluas hingga sekitar 7,1 hektare. Luasan tersebut mencakup titik awal kebakaran di lahan luar TPAS seluas 1,7 hektare yang sempat meluas ke 5 hektare, hingga akhirnya mencakup area pengelolaan sampah milik Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor.






