Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Hukum

Maraknya Aksi Main Hakim Sendiri Menjadi Alarm Penurunan Kepercayaan Publik

Togar SiregarDiterbitkan 28 Jul 2026 - 03.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Maraknya Aksi Main Hakim Sendiri Menjadi Alarm Penurunan Kepercayaan Publik
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Fenomena main hakim sendiri atau eigenrichting yang berujung pada hilangnya nyawa belakangan ini kembali marak di sejumlah wilayah Indonesia. Rentetan kejadian kekerasan oleh massa tersebut mendapat sorotan tajam dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, Ahmad Irawan, menilai bahwa peristiwa ini bukan sekadar tindakan kriminal biasa, melainkan sebuah alarm peringatan mengenai menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap proses maupun institusi penegak hukum di Tanah Air.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi

Dalam kurun waktu sepekan terakhir, publik dikejutkan oleh dua insiden amuk massa yang berakibat fatal. Peristiwa memilukan pertama menimpa seorang pria berinisial KD di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Pria tersebut tewas setelah dihakimi oleh warga setempat karena dicurigai telah mencuri ayam. Kemarahan warga tidak berhenti pada pengeroyokan yang merenggut nyawa KD, tetapi juga berlanjut dengan pembakaran sepeda motor yang digunakannya. Hal yang paling miris dari kejadian ini adalah tindakan kekerasan fatal oleh massa tersebut dilakukan tepat di depan anak pelaku.

Kasus serupa yang tak kalah tragis juga terjadi di wilayah Sulawesi Tengah, tepatnya di Desa Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali. Seorang perantau asal Sinjai bernama Setiawan harus meregang nyawa akibat amukan massa pada Sabtu malam, 25 Juli 2026. Pria berusia 33 tahun tersebut diamuk oleh warga usai dituduh melakukan pencurian sepeda motor. Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Kepolisian Resor Morowali, AKP Rustang, membenarkan adanya insiden mematikan tersebut. Berdasarkan penjelasannya, korban pada awalnya diamankan oleh warga sekitar karena dugaan pencurian kendaraan roda dua milik salah satu pengunjung toko di area itu. Rekaman visual yang menunjukkan pengeroyokan terhadap Setiawan kemudian menyebar luas dan menjadi viral di berbagai platform media sosial.

Baca Juga

Enam Dokter Internship Meninggal sejak Februari 2026, Perlindungan Tenaga Kesehatan Disorot

Enam Dokter Internship Meninggal sejak Februari 2026, Perlindungan Tenaga Kesehatan Disorot

Merespons rentetan kejadian berdarah tersebut, Ahmad Irawan menyampaikan rasa prihatinnya yang mendalam. Saat memberikan keterangan pada Senin, 27 Juli 2026, ia menyatakan merasa sedih dan perih saat membaca berita serta menonton tayangan dari peristiwa-peristiwa tersebut. Politikus Partai Golkar ini menegaskan bahwa terlepas dari kebenaran dugaan kejahatan yang dituduhkan kepada para korban, tindakan menghakimi secara sepihak hingga korban meninggal dunia akibat dikeroyok beramai-ramai sama sekali tidak dapat dibenarkan.

Sebagai negara yang berlandaskan hukum, Indonesia memiliki mekanisme peradilan yang harus dipatuhi oleh seluruh elemen masyarakat. Ahmad mengingatkan bahwa setiap dugaan tindak pidana wajib diselesaikan melalui jalur hukum yang resmi, bukan lewat aksi kekerasan jalanan. Oleh karena itu, demi menegakkan keadilan, ia secara khusus meminta pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas para pelaku pengeroyokan dalam aksi main hakim sendiri tersebut serta memastikan mereka menerima hukuman yang setimpal.

Baca Juga

Polda Metro Jaya Tangkap 8 Tersangka Sindikat Propaganda Digital dan Hoaks

Polda Metro Jaya Tangkap 8 Tersangka Sindikat Propaganda Digital dan Hoaks

Di samping penindakan hukum yang tegas bagi para pelaku kekerasan massal, aspek pemulihan bagi pihak yang terdampak juga menjadi perhatian legislatif. Ahmad meminta agar pemerintah turut hadir dengan memberikan pendampingan psikologis yang memadai bagi keluarga para korban yang ditinggalkan akibat insiden-insiden pengeroyokan tersebut.

Lebih jauh, maraknya kejahatan jalanan dalam bentuk amuk massa ini menuntut adanya evaluasi dari seluruh pihak. Ahmad menyimpulkan bahwa pemicu utama dari tindakan warga mengambil alih peran penegak hukum adalah lemahnya kepercayaan publik. Ia menekankan bahwa untuk memulihkan kembali kepercayaan masyarakat yang mulai tergerus itu, proses penegakan hukum di Indonesia harus senantiasa dijalankan secara adil dan konsisten.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

dpr riPenegakan Hukumamuk massamain hakim sendiriAhmad Irawankrisis kepercayaan

Berita Terbaru Lainnya

Al-Hilal Siapkan Rp1,4 Triliun untuk Luis D铆az, Bayern Muenchen Menolak KerasMahasiswa Fasilkom UI Kembangkan Tofly, Platform Persiapan TOEFL ITP Berbasis AIPhiladelphia 76ers Resmi Rekrut Kentavious Caldwell-Pope dengan Kontrak Satu MusimJadwal Samsat Keliling Jadetabek 29 Juli 2026 dan Info Pajak KendaraanJadwal Perempat Final VNL 2026 Putra 29 Juli, Slovenia vs Turki dan Jepang vs CinaJadwal MLS All Stars vs Liga MX All Stars 2026 dan Alasan Absennya Lionel MessiDBS Intip Peluang Investasi dari Lonjakan Belanja Modal AI dan EnergiBursa Saham Asia-Pasifik Menguat Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap