Kericuhan pecah di kawasan depan Gedung DPR RI hingga merembet ke akses jalan bebas hambatan di Jalan S. Parman, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Massa aksi terpantau merangsek masuk ke dalam ruas jalan tol dan bergerak di sela-sela kendaraan yang tengah melintas.
Beberapa demonstran terlihat membawa bendera yang terpasang pada batang kayu. Situasi kian memanas ketika sebuah kendaraan roda empat yang melintas di jalur tersebut dicurigai sebagai kendaraan dinas.
"Mobil pejabat woy, mobil pejabat," seru salah seorang massa di lokasi.
209 Penerbangan Batal, Begini Nasib Penumpang di Soekarno Hatta

Massa langsung menghampiri dan menyerang kendaraan tersebut. Mobil itu dilempari batu serta dipukul pada bagian bodi menggunakan tongkat kayu. Akibat aksi tersebut, kaca bagian depan mobil mengalami kerusakan cukup parah. Kericuhan sempat diredam oleh sejumlah peserta aksi lain yang berusaha menenangkan rekannya, hingga akhirnya mobil yang bersangkutan berhasil melanjutkan perjalanan dan meninggalkan kerumunan.
Titik Kumpul Meluas dan Dampak Transportasi
Hingga sore hari, konsentrasi warga dan peserta aksi dari berbagai elemen masih memenuhi kawasan sekitar Gedung DPR. Kerumunan terpantau padat di atas jembatan yang mengarah ke perempatan Halte Petamburan. Tidak sedikit pula massa yang duduk berjajar di atas pagar pembatas antara jalur busway dan jalur tol.
Dari arah Jalan Pejompongan Raya, rombongan massa dari kelompok pelajar juga terlihat tiba sembari menyanyikan lagu "Indonesia Pusaka" untuk bergabung di lokasi unjuk rasa.
Vonis Terbaru 2 Tentara Kasus Andrie Yunus Lebih Ringan Tuai Kritikan

Rentetan aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR dan kawasan Tanah Abang pada 27 Agustus ini berdampak langsung pada kelancaran sarana transportasi umum dan lalu lintas ibu kota. Pengelola jalan tol Jasa Marga mengambil langkah rekayasa lalu lintas dengan menutup sebanyak 10 gerbang tol guna mengantisipasi massa yang memasuki jalur tol.
Selain itu, PT Transportasi Jakarta mencatat sedikitnya 21 rute Transjakarta terdampak dan harus disesuaikan. Sementara pada moda transportasi kereta api perkotaan, perjalanan tiga KRL relasi Rangkasbitung terpaksa direkayasa akibat adanya kerumunan massa yang berada di area jalur rel.






