Mayoritas harga komoditas utama terpantau bergerak menguat pada penutupan perdagangan hari Jumat tanggal tiga puluh satu Juli atau Jumat (31/7). Berdasarkan data pergerakan pasar, berbagai komoditas mulai dari batu bara, minyak kelapa sawit mentah atau yang biasa dikenal dengan sebutan crude palm oil (CPO), nikel, hingga timah secara kompak mengalami kenaikan harga. Penguatan harga pada mayoritas komoditas ini menjadi catatan pergerakan yang menguat pada perdagangan akhir pekan tersebut. Seluruh komoditas yang mengalami kenaikan harga tersebut tercatat di berbagai bursa perdagangan internasional yang berbeda, mulai dari laman ICE Newcastle, situs Trading Economics, hingga bursa London Metal Exchange (LME). Kenaikan harga ini terjadi secara bersamaan pada pergerakan pasar hari Jumat (31/7).
Pada pergerakan komoditas batu bara, harga terpantau berada di jalur pendakian pada penutupan perdagangan hari Jumat (31/7). Berdasarkan informasi yang diperoleh dari laman perdagangan ICE Newcastle, harga batu bara mencatatkan kenaikan persentase sebesar nol koma dua puluh tiga persen atau 0,23 persen. Kenaikan harga batu bara sebesar 0,23 persen tersebut berlaku secara spesifik untuk kontrak pengiriman bulan Juli tahun 2026. Dengan adanya persentase kenaikan tersebut, harga komoditas batu bara untuk pengiriman Juli 2026 kini berada pada level seratus tiga puluh dolar Amerika Serikat koma lima puluh sen atau USD 130,50 per ton. Angka ini menunjukkan adanya pergerakan harga komoditas batu bara yang menguat di laman ICE Newcastle pada hari tersebut.
Serial Widow's Bay Mendominasi Emmy Awards 2026

Selain komoditas batu bara, harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) juga terpantau mengalami kenaikan harga pada penutupan perdagangan hari Jumat (31/7). Berdasarkan data yang dirilis oleh situs Trading Economics, pergerakan harga minyak kelapa sawit mentah mencatatkan penguatan sebesar nol koma empat puluh satu persen atau 0,41 persen. Dengan adanya kenaikan persentase sebesar 0,41 persen pada perdagangan hari Jumat tersebut, harga komoditas crude palm oil (CPO) kini berada pada angka empat ribu enam ratus delapan puluh tiga ringgit Malaysia atau MYR 4.683 per ton. Peningkatan harga ini mencerminkan pergerakan komoditas CPO yang sejalan dengan mayoritas komoditas lainnya berdasarkan catatan dari situs Trading Economics.
Di sisi lain, pergerakan harga komoditas nikel juga terpantau mengalami tren kenaikan yang serupa pada penutupan perdagangan hari Jumat (31/7). Berdasarkan data transaksi yang tercatat pada bursa London Metal Exchange (LME), harga komoditas nikel mengalami kenaikan sebesar nol koma tujuh puluh delapan persen atau 0,78 persen. Penguatan persentase sebesar 0,78 persen di bursa London Metal Exchange tersebut membuat harga nikel meningkat dari posisi sebelumnya. Kini, harga komoditas nikel tersebut berada pada level tujuh belas ribu dua ratus tujuh puluh dolar Amerika Serikat atau USD 17.270 per ton pada penutupan perdagangan. Kenaikan ini menambah daftar panjang komoditas yang menguat pada hari yang sama di London Metal Exchange.
Menengok Mall Rongsok Depok, Surga Barang Bekas dan Benda Jadul

Tidak ketinggalan, komoditas timah pun turut terpantau mengalami kenaikan harga pada penutupan perdagangan hari Jumat (31/7). Berdasarkan informasi dari situs London Metal Exchange (LME), harga komoditas timah mencatatkan kenaikan persentase sebesar dua koma nol tiga persen atau 2,03 persen. Kenaikan sebesar 2,03 persen ini menempatkan harga timah pada level lima puluh empat ribu sembilan ratus tujuh puluh delapan dolar Amerika Serikat atau USD 54.978 per ton. Penguatan harga timah di situs London Metal Exchange ini melengkapi daftar mayoritas harga komoditas, mulai dari komoditas batu bara, crude palm oil (CPO), hingga nikel, yang bergerak menguat secara kompak pada perdagangan hari Jumat (31/7).






