Kementerian Perdagangan resmi meluncurkan Trade Corporate University (CorpU) dan Cetak Biru SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045 di Auditorium Kementerian Perdagangan RI, Jakarta, pada Rabu (2/9/2026). Inisiatif ini diproyeksikan sebagai langkah terpadu dalam mencetak aparatur sipil negara (ASN) yang berdaya saing global di sektor perdagangan.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Rini Widyantini mengapresiasi terobosan tersebut. Ia menilai Kementerian Perdagangan kini memiliki dua instrumen utama, yakni panduan arah jangka panjang melalui cetak biru SDM serta wadah pembelajaran terintegrasi lewat Trade CorpU.
Menurut Rini, penguatan kompetensi ASN perdagangan perlu berfokus pada tiga kapabilitas strategis: kebijakan dan negosiasi; pengembangan ekspor; serta penguasaan digital, data, dan kepemimpinan. Langkah ini sejalan dengan mandat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN yang mewajibkan proses pembelajaran pegawai berjalan terus-menerus, melekat dengan pekerjaan, terhubung dengan manajemen talenta, serta mampu berkolaborasi lintas instansi.
Ada Sutet di Lokasi TPA Putri Cempo Solo yang Kebakaran

Prinsip Utama Pengelolaan Trade CorpU
Agar wadah pembelajaran ini berjalan efektif, MenPAN-RB menekankan empat prinsip penting yang harus dipenuhi oleh pengelola Trade CorpU:
- Menjadi agenda prioritas pimpinan institusi, bukan sekadar tugas divisi SDM.
- Berangkat dari kebutuhan penyelesaian masalah strategis organisasi.
- Terintegrasi langsung dengan manajemen kinerja, talenta, dan jenjang karier pegawai.
- Memiliki tolok ukur keberhasilan yang berbasis pada dampak nyata.
Landasan Hukum dan Sinergi Antarlembaga
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa dokumen Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan disusun oleh Badan Pengembangan SDM Perdagangan (BPSDMP) Kemendag. Sebagai dasar operasional Trade CorpU, pemerintah juga telah menetapkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kompetensi Melalui Sistem Pembelajaran Terintegrasi di Bidang Perdagangan.
Kebakaran Hutan Picu 50.891 Kasus ISPA dalam Dua Bulan

Budi menambahkan, keberhasilan implementasi program ini membutuhkan kolaborasi berkelanjutan. BPSDMP Kemendag diharapkan terus memperkuat koordinasi dengan KemenPAN-RB, Badan Kepegawaian Negara (BKN), serta Lembaga Administrasi Negara (LAN) guna memastikan standardisasi kompetensi ASN berjalan berkesinambungan.






