Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya, melaksanakan agenda kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya pada akhir pekan lalu. Kunjungan kerja yang berlangsung pada hari Sabtu, 1 Agustus 2026 ini, difokuskan pada institusi pendidikan yang berlokasi di wilayah Kecamatan Bulak, Kota Surabaya. Kehadiran pejabat negara tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung operasional sekolah yang dikhususkan bagi masyarakat kurang mampu.
Tujuan utama dari peninjauan ini adalah untuk memastikan kesiapan seluruh sarana dan prasarana yang ada di dalam lingkungan sekolah. Selain itu, Menteri Keuangan Purbaya juga ingin memastikan kelancaran pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar di fasilitas pendidikan tersebut. Berdasarkan data yang ada, aktivitas akademik di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya telah resmi berjalan sejak tanggal 30 Juli 2026.
Selama berada di lokasi, Menteri Keuangan melakukan penelusuran secara langsung terhadap rute keseharian yang biasa dilewati oleh para peserta didik. Rute pemantauan ini dimulai dari area lingkungan asrama yang menjadi tempat tinggal para siswa, hingga menuju ke berbagai ruang kelas tempat proses pembelajaran berlangsung. Langkah ini diambil untuk memahami kondisi operasional dan fasilitas yang digunakan oleh para siswa setiap harinya di lingkungan pendidikan tersebut.
Dalam rangkaian peninjauan tersebut, Menteri Keuangan juga memberikan perhatian khusus pada kelayakan fasilitas pendukung fisik. Purbaya secara teliti memeriksa kondisi dari berbagai furnitur sekolah yang digunakan oleh para siswa dan tenaga pengajar. Tidak hanya itu, kelancaran sirkulasi udara di dalam ruangan, kesiapan ruang kelas, hingga fasilitas asrama yang disediakan untuk tempat istirahat para siswa turut menjadi fokus pemeriksaan.
Hari Ke-9 Kebakaran TPA Galuga Bogor, Api dan Asap Tak Lagi Terlihat

Pada tahun ajaran 2026/2027 ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya tercatat menampung sebanyak 270 peserta didik dari berbagai tingkatan usia. Jumlah siswa tersebut terbagi ke dalam tiga jenjang pendidikan utama yang disediakan oleh pihak sekolah. Secara terperinci, komposisi peserta didik terdiri atas 30 siswa yang menempuh pendidikan di jenjang Sekolah Dasar (SD) dan 120 siswa di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Selain jenjang pendidikan dasar dan menengah pertama, sekolah ini juga memfasilitasi pendidikan tingkat lanjut dengan menampung 120 siswa di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Di dalam populasi siswa jenjang menengah atas tersebut, tercatat ada 98 siswa yang saat ini secara khusus menempuh pendidikan di kelas XI. Seluruh peserta didik dari berbagai jenjang ini tinggal dan belajar di dalam satu kawasan yang terintegrasi.
Penerimaan siswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya dilakukan melalui proses seleksi yang terukur. Seluruh peserta didik yang bersekolah di fasilitas ini diseleksi melalui skema Program Keluarga Harapan (PKH). Program Sekolah Rakyat ini didirikan dengan tujuan utama untuk menyediakan akses pendidikan yang berkualitas, bersifat gratis, serta berkelanjutan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Purbaya Serahkan Jabatan Menkeu ke Suahasil Hari Ini

Untuk menunjang kelancaran seluruh proses belajar-mengajar serta pengasuhan di sekolah berbasis asrama ini, terdapat dukungan dari 131 orang tenaga pendidik dan staf. Komposisi dari ratusan staf pendukung ini mencakup 41 orang guru yang bertugas memberikan materi pelajaran di kelas. Selain tenaga pengajar, pendekatan pengasuhan di luar jam pelajaran juga menjadi perhatian utama dari sistem pendidikan di sekolah ini.
Pendampingan siswa di luar jam sekolah didukung oleh 37 orang wali asuh yang bertugas mendampingi keseharian siswa. Terdapat pula 10 orang wali asrama yang bertanggung jawab atas pengawasan di lingkungan tempat tinggal peserta didik. Untuk melengkapi operasional harian sekolah, terdapat 43 orang tenaga pendukung lainnya yang membantu memastikan seluruh fasilitas dan kegiatan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya berjalan dengan baik setiap harinya.






