Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Sosial

Merekam Denyut Kehidupan Sopir Angkot di Tengah Dominasi Transportasi Daring

Ding Anyi ApuiDiterbitkan 26 Jul 2026 - 22.05 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Merekam Denyut Kehidupan Sopir Angkot di Tengah Dominasi Transportasi Daring
Foto/Ilustrasi: Kumparan
A-A+

Kehadiran layanan transportasi berbasis aplikasi telah mengubah lanskap mobilitas masyarakat perkotaan secara drastis. Di balik kemudahan, kepastian tarif, dan waktu tunggu yang singkat, tersimpan realitas sosial yang kerap terabaikan. Transportasi konvensional seperti angkutan kota perlahan mulai kehilangan tempat. Kondisi ini bukan sekadar persoalan kalah saing secara bisnis, melainkan potret nyata bagaimana laju inovasi teknologi membawa konsekuensi langsung terhadap peri kehidupan masyarakat kecil yang menggantungkan nasib di jalanan setiap hari.

Sebuah perjalanan pada akhir pekan menjelang waktu salat Zuhur menuju sebuah pusat perbelanjaan memperlihatkan dengan jelas fenomena tersebut. Sepanjang rute perjalanan yang membentang dari kawasan kampus menuju kota lama, sebuah angkot lebih banyak melaju dengan kursi kosong. Saat berhenti cukup lama di sebuah pasar besar, hanya ada satu orang yang naik. Sang sopir yang terus mengarahkan pandangannya ke tepi jalan sesekali menggerutu pelan mempertanyakan keberadaan calon penumpang. Kecemasan itu memuncak dalam sebuah pengakuan jujur bahwa perjalanan dari kampus ke kota lama dan sebaliknya masing-masing hanya membawa tiga orang penumpang sejak transportasi daring mendominasi.

Situasi yang dialami sopir angkot tersebut sejalan dengan konsep yang pernah diutarakan oleh ekonom Joseph Schumpeter mengenai penghancuran kreatif atau creative destruction. Inovasi memang terbukti mampu menciptakan kemajuan, menawarkan efisiensi, dan membuka peluang baru bagi sebagian kelompok. Namun, pada saat yang bersamaan, proses ini juga menghancurkan bentuk-bentuk ekonomi lama. Bagi konsumen, beralih ke layanan yang lebih praktis adalah pilihan rasional. Sayangnya, kemajuan ini menuntut biaya sosial yang tidak murah. Di tingkat akar rumput, setiap kursi angkot yang kosong adalah representasi langsung dari hilangnya potensi pendapatan harian seorang pekerja keras.

Baca Juga

WN China Ditangkap di Ngurah Rai, Selundupkan 10,4 Kg Emas

WN China Ditangkap di Ngurah Rai, Selundupkan 10,4 Kg Emas

Meski terhimpit persaingan, angkot masih menawarkan kelenturan yang jarang ditemukan pada sistem transportasi modern. Sopir bersedia mengantar penumpang hingga ke titik terdekat tujuan akhir mereka meski harus sedikit keluar dari rute utama. Di dalam ruang yang berjalan lambat inilah percakapan antarmanusia terjadi secara natural. Saat angkot berhenti di kawasan tugu dan menaikkan penumpang baru, mengalir cerita tentang sebuah acara kerukunan daerah. Sang sopir menceritakan bagaimana sebagian peserta memilih pulang lebih awal karena konsumsi yang tak kunjung dibagikan. Obrolan memuncak ketika penumpang baru itu merespons bahwa hanya mereka yang membawa bekal sendiri yang bisa makan. Percakapan ini membuka mata bahwa hal yang kerap dianggap remeh seperti makan siang gratis, nyatanya merupakan instrumen penting bagi sebagian orang untuk menekan pengeluaran harian.

Interaksi di dalam angkot memberikan ruang bagi praktik pengamatan perlahan atau slow observation, sebuah konsep dalam kajian psikologi dan humaniora. Di tengah tuntutan zaman yang serba cepat, masyarakat modern justru sering kehilangan kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Sosiolog Richard Sennett menyebutkan bahwa manusia masa kini perlahan kehilangan kemampuan untuk benar-benar mendengarkan kehidupan orang lain. Mereka hidup berdampingan secara fisik, tetapi saling terasing. Perjalanan menggunakan angkot memaksa penumpangnya untuk keluar dari ritme cepat tersebut, memberi jeda untuk melihat wajah orang lain, dan mendengarkan keluh kesah yang tidak pernah terekam oleh algoritma media sosial.

Baca Juga

PIS Gunakan Teknologi untuk Jaga Populasi Hiu Paus di Perairan Talisayan Kaltim

PIS Gunakan Teknologi untuk Jaga Populasi Hiu Paus di Perairan Talisayan Kaltim

Memahami denyut nadi kehidupan masyarakat pada akhirnya membutuhkan pendekatan yang lebih dari sekadar pembacaan laporan statistik, survei berskala besar, atau seminar kebijakan publik. Angka-angka tersebut penting, tetapi tidak cukup mumpuni untuk menangkap kedalaman masalah sosial. Para pengambil kebijakan dan pejabat publik perlu mempertimbangkan untuk sesekali keluar dari ruang rapat dan melakukan perjalanan menggunakan transportasi umum konvensional. Langkah ini bukan bertujuan untuk pencitraan, melainkan untuk merasakan langsung realitas di lapangan. Mendengarkan suara dan keresahan seorang sopir angkot dari kursi depan adalah wujud paling mendasar dari demokrasi, yakni memahami kebutuhan rakyat sebelum merumuskan sebuah keputusan.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Transportasi UmumRealitas SosialKebijakan PublikDampak TeknologiSosiologi

Berita Terbaru Lainnya

Mantan Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga Meninggal DuniaLedakan LPG di Tambora, Satu Orang Luka BakarWN China Ditangkap di Ngurah Rai, Selundupkan 10,4 Kg EmasDetik-detik Gas 3 Kg Meledak di Warteg Jakbar hingga Warga BerhamburanModus Live Streaming Pornografi di TikTok Terbongkar, Penonton Diarahkan ke TeviDireksi PT CNI Diperiksa dalam Kasus Korupsi NikelPolisi Sisir 3 Perairan Cari Jurnalis Hilang Kontak di Selat SundaKebakaran TPA Galuga Bogor, KLH Pasang Sistem Monitoring Kualitas Udara

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap