Pembahasan mekanisme pemilihan dalam Sidang Pleno III Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, berlangsung alot hingga larut malam pada Sabtu (29/8/2026). Dinamika persidangan yang ketat tersebut membuat agenda pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) diperkirakan baru akan digelar pada Minggu (30/8).
Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengonfirmasi bahwa per pukul 23.00 WIB, pemungutan suara terkait sistem pemilihan Ketua Umum PBNU masih terus berjalan dan sempat diwarnai ketegangan di antara para muktamirin.
Perubahan Metode Voting dari Digital ke Kertas Manual
Dinamika pembahasan tata cara pemilihan bermula dari perdebatan teknis pemungutan suara oleh utusan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU). Mekanisme awal yang menggunakan pemindaian (tap) kode QR diputuskan untuk diulang.
Update Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau hingga Pagi Ini

Panitia dan peserta muktamar akhirnya menyepakati penghitungan ulang secara konvensional, yakni muktamirin mencoblos atau menuliskan pilihan pada selembar kertas sebelum dimasukkan langsung ke kotak suara guna memastikan transparansi dan akuntabilitas.
Tahapan Penentuan AHWA Sebelum Pemilihan Ketum
Selain alotnya proses voting tata cara pemilihan, Gus Ipul memaparkan bahwa masih ada rangkaian musyawarah kelembagaan yang harus diselesaikan sebelum pemilihan Ketua Umum PBNU dapat dibuka. Forum harus merampungkan proses tabulasi atau rekapitulasi suara pemilihan sembilan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).
12 Makanan Darurat yang Perlu Di-stock untuk Siaga Bencana saat Krisis

Sembilan ulama atau kiai yang memperoleh suara terbanyak nantinya akan ditetapkan resmi sebagai anggota AHWA. Tim AHWA tersebut kemudian bersidang secara terpisah untuk memilih dan menetapkan figur Rais Aam PBNU.
Setelah posisi Rais Aam terpilih, tahapan sidang pleno baru dilanjutkan ke agenda pemilihan calon Ketua Umum PBNU. Mengingat panjangnya tahapan AHWA dan rekapitulasi yang sedang berjalan di GSG Ponpes Bahrul Ulum, suksesi kepemimpinan PBNU tersebut dimungkinkan berlangsung hingga hari berikutnya sejak pembukaan forum akbar yang dimulai pada Kamis (27/8/2026) di Lapangan Untung Suropati Tambakberas.






