Nakhoda kapal KM Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Laut Jawa telah ditemukan dalam kondisi selamat. Setelah berhasil dievakuasi, nakhoda kapal tersebut langsung menjalani proses pemeriksaan oleh pihak berwenang guna memberikan keterangan terkait insiden kecelakaan tersebut.
Informasi mengenai penyelamatan nakhoda disampaikan oleh Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana. Ia memastikan bahwa sang nakhoda berada dalam kondisi selamat dan saat ini tengah dimintai keterangan mengenai peristiwa nahas yang menimpa kapalnya di Laut Jawa.
Data Korban dan Proses Evakuasi
Nakhoda merupakan salah satu dari total 114 korban yang telah berhasil dievakuasi oleh tim pencarian. Dari total 114 orang yang sudah ditemukan hingga Senin (14/9), sebanyak 108 orang berhasil diselamatkan, sementara enam orang lainnya dinyatakan meninggal dunia.
Berdasarkan data yang dihimpun, KM Virgo Transport 8 secara keseluruhan mengangkut sebanyak 243 orang. Jumlah tersebut terdiri dari para penumpang, awak kapal, hingga kru. Dengan telah ditemukannya 114 orang, maka sebanyak 129 orang lainnya masih belum ditemukan dan berada dalam status pencarian.
SAR soal Viral Kapal Terbalik di Dekat Anak Krakatau, Nihil

Kapal KM Virgo Transport 8 diketahui mengawali pelayaran dari Surabaya dengan tujuan Banjarmasin sejak Sabtu (12/9). Namun, kapal tersebut kemudian dilaporkan hilang kontak di kawasan perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita sebelum akhirnya terbalik.
Pemancar Darurat EPIRB Terpantau Aktif
Di tengah upaya pencarian dan pertolongan para korban, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengungkapkan bahwa alat pemancar radio darurat di laut atau Emergency Position Indicating Radio Beacon (EPIRB) milik KM Virgo Transport 8 berada dalam kondisi aktif.
Mohammad Syafii memastikan bahwa sinyal dari alat pemancar radio darurat tersebut berhasil terpantau oleh sejumlah pihak dan stasiun pemantau internasional maupun nasional.
Wanita Hamil 7 Bulan Tewas di Bekasi Usai Kencan Open BO MiChat

"Jadi saya pastikan EPIRB dari kapal itu aktif, dan ini dimonitor, baik itu Australi, Singapura, maupun MEOLUT atau LEOLUT yang ada di Basarnas," ujar Mohammad Syafii.
Proses pencarian terhadap 129 penumpang dan kru kapal yang masih hilang di perairan Laut Jawa terus diupayakan oleh pihak terkait dengan memanfaatkan pemantauan sinyal darurat tersebut.






