Novo Nordisk resmi menjalin kemitraan strategis dengan Amazon Web Services (AWS) guna mempercepat proses penemuan obat sekaligus memodernisasi operasional perusahaan farmasi tersebut. Melalui kerja sama ini, Novo Nordisk menetapkan AWS sebagai penyedia cloud pilihan dan mitra strategis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Sebagai bagian utama dari kolaborasi tersebut, kedua pihak membentuk hub co-innovation yang berlokasi di fasilitas riset Novo Nordisk di London. Fasilitas ini mempertemukan para insinyur dan ilmuwan dari kedua perusahaan untuk mengolah data serta wawasan penelitian menggunakan infrastruktur AI AWS. Upaya bersama ini ditargetkan mampu memangkas durasi riset, khususnya dari tahap identifikasi target terapeutik hingga pemberian dosis pertama pada manusia (first-in-human dosing).
Presiden dan CEO Novo Nordisk, Mike Doustdar, menyampaikan bahwa integrasi teknologi ini menjadi pendorong utama transformasi riset mereka. "Menjalin kemitraan dengan AWS merupakan langkah untuk menjadikan AI sebagai penggerak inovasi di Novo Nordisk," ujar Mike Doustdar.
Menhut Berencana Sewa 12 Pesawat untuk Penanganan Karhutla dengan Anggaran Rp1,54 Triliun

Senada dengan hal tersebut, CEO AWS Matt Garman menegaskan fokus utama dari kemitraan komputasi awan dan sains ini. "Setiap bagian dari pekerjaan kami bersama Novo Nordisk pada akhirnya kembali pada satu hal: menghadirkan obat yang tepat kepada pasien dengan lebih cepat," kata Garman.
Dalam penerapannya, Novo Nordisk memanfaatkan sejumlah teknologi spesifik dari AWS, termasuk layanan Amazon Bio Discovery dan Amazon Bedrock. Solusi ini digunakan untuk mengidentifikasi target terapeutik, merancang terapi baru secara lebih cepat, serta mengintegrasikan data genomik, data pencitraan, dan data klinis demi memfasilitasi terobosan perancangan uji klinis. Di samping itu, implementasi Amazon Bedrock AgentCore dijalankan untuk mengoptimalkan efisiensi operasional harian melalui agen AI (agentic AI).
Hindari Penipuan Digital, Kenali 5 Hal yang tak Pernah Diminta Penyedia Layanan

Implementasi teknologi cloud dan AI tersebut telah mencatatkan dampak nyata pada alur kerja perusahaan, di antaranya percepatan waktu penyusunan dokumentasi klinis serta peningkatan produktivitas bagi lebih dari 25.000 karyawan Novo Nordisk.
Selain pengembangan di laboratorium dan komputasi riset, kerja sama ini juga diperluas ke ekosistem layanan kesehatan Amazon yang lebih luas. Novo Nordisk berkolaborasi dengan unit bisnis lain seperti Amazon Pharmacy, Amazon Ads, dan Amazon One Medical guna mentransformasi bagaimana terapi medis baru dipasarkan dan disalurkan kepada para pasien.






