Operasi pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengerahkan bantuan helikopter TNI Angkatan Udara (AU) dengan metode pemadaman udara (water bombing). Sebanyak 15 ton air telah diguyurkan ke lokasi untuk menembus titik-titik api yang sulit dijangkau oleh petugas di darat.
Komandan Lanud Atang Senjaya Marsma TNI A. F. Picaulima menyatakan bahwa operasi udara tersebut terlaksana pada hari keempat pemadaman dan terbagi ke dalam lima sorti. Setiap satu kali sorti penerbangan, helikopter membawa muatan sekitar tiga ton air yang dijatuhkan langsung ke pusat pembakaran.
Kebakaran TPAS Galuga Meluas hingga 7,1 Hektare, Bupati Bogor Bara masih Menyala

Kendati efektif menjangkau medan berat, pelaksanaan water bombing sempat terkendala oleh kondisi cuaca dan keterbatasan pencahayaan. Ketika hari mulai gelap, titik sumber air untuk pengisian ulang tidak lagi terlihat dengan jelas sehingga penerbangan harus dihentikan demi keselamatan. Lanud Atang Senjaya memastikan kesiapannya untuk kembali menerbangkan armada jika evaluasi penanganan masih memerlukan dukungan udara.
Memasuki hari kelima penanganan, petugas di lapangan kini menghadapi tantangan berupa bara api yang terpendam di bawah lapisan sampah. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor Yudi Santosa menjelaskan, material sampah yang terbakar selama belasan jam menyisakan bara panas di bagian dalam, yang sewaktu-waktu dapat kembali menyala saat tumpukan sampah terbuka.
Korban Gempa NTT Nyaris Sebulan Tidur Tanpa Terpal dan Selimut

Untuk memadamkan bara tersebut secara tuntas, alat berat dikerahkan guna membongkar timbunan sampah agar proses pendinginan air meresap maksimal ke bagian dasar. Di saat yang sama, petugas memperpanjang selang pemadam ke area yang terisolasi serta membuat parit dan saluran air untuk mengisolasi rembetan api. Pengaturan arus lalu lintas di sekitar akses TPA Galuga juga diperketat demi memastikan keluar-masuk mobil tangki pemadam berjalan tanpa hambatan.






