Bupati Bogor Rudy Susmanto mengungkapkan bahwa total luas area yang terdampak kebakaran di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPAS) Galuga kini mencapai sekitar 7,1 hektare. Luasan tersebut merupakan akumulasi dari area pengelolaan sampah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, serta lahan di luar TPAS yang menjadi lokasi awal munculnya api.
Rudy menjelaskan bahwa sebaran kebakaran awalnya terdeteksi seluas 1,7 hektare, kemudian meluas menjadi 5 hektare, hingga akhirnya mencakup total sekitar 7,1 hektare setelah digabungkan dengan zona yang berada di wilayah Kota Bogor.
Saat ini, kobaran api terbuka sudah tidak lagi terlihat secara kasat mata di lokasi. Kendati demikian, kepulan asap tebal masih keluar dari sejumlah titik timbunan sampah, menandakan masih tersimpannya bara aktif di lapisan dalam.
Korban Gempa NTT Nyaris Sebulan Tidur Tanpa Terpal dan Selimut

Upaya pemadaman menghadapi kendala struktural berupa tumpukan sampah berusia puluhan tahun dengan ketinggian lebih dari 10 meter. Material sampah tersebut telah mengeras menyerupai briket sehingga mengunci bara api di bagian bawah.
Guna mengatasinya, petugas gabungan membongkar setiap gundukan menggunakan alat berat, menyemprotkan air untuk proses pendinginan mendalam, lalu menutup kembali material yang telah basah. Titik api di sisi selatan yang dikelola Pemkab Bogor telah dinyatakan padam dan tengah menjalani pendinginan lanjutan, sementara penanganan intensif kini dipusatkan di sisi utara dengan target penyelesaian pembongkaran menjelang subuh.
Kenalan dengan Fire Blanket Yuk, Cegah Kebakaran dengan Langkah Sederhana

Peristiwa kebakaran ini berawal dari lahan pertanian yang bersebelahan dengan TPAS Galuga pada Senin (7/9) sekitar pukul 16.00 WIB, sebelum akhirnya merambat ke area penampungan sampah.
Menanggapi pemicu kebakaran, Pemkab Bogor menegaskan belum mengumumkan penyebab pasti insiden tersebut karena memprioritaskan keselamatan warga serta percepatan pemadaman tuntas. Penyelidikan resmi baru akan dilakukan setelah seluruh masa penanganan darurat rampung. Sementara itu, operasional armada truk pengangkut sampah tetap diatur secara bergiliran agar distribusi sampah harian tidak terganggu.






